oleh

Dedy Mizwar Jual Kucing Hutan di Medsos

Palembang – Bisnis jual hewan satwa yang dilindungi sejak setahun dilakoni Dedy Mizwar (29), warga Desa Tanjung Agas, Dusun II, RT 04, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten OI.

Namun, Kamis (15/8) sekitar pukul 20.45 WIB, pelaku berhasil dihendus dan diringkus Subdit II Ekonomi Dit Intelkam Polda Sumsel dipimpin langsung AKBP Dra BR Sagala MH saat akan bertransaksi di sebuah loket bus di Jl Parameswara, Kecamatan IB I Palembang. Diamankan dua ekor kucing hutan (Felis Bengalensis) yang dibawa pelaku menggunakan kotak kardus.

“Melalui akun medsos Facebook milik pelaku itulah anggota melakukan direct message (DM) memesan dua ekor kucing hutan. Seharga Rp500 ribu per ekor dan disepakati untuk COD di loket bus Limbersa,” ujar AKBP Drs BR Sagala MH.

Ditambahkan Sagala, sesuai dengan maklumat Kapolri dan Pasal 40 Ayat 2 , Pasal 21 Ayat 2 UU RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup dan mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau diluar Indonesia,” bebernya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, pelaku dan barang bukti diserahkan ke Ditreskrimsus. Tersangka Dedy kepada penyidik mengaku, selain kucing hutan, dirinya juga memperjualbelikan hewan lain seperti musang pandan, berang- berang, offset kepala rusa.

“Jual lewat group Facebook dan Whatsapp. Nama grupnyaa jual beli hewan hias. Kucing hutan itu saya beli dari orang hasil tangkapan dari hutan, kebun tempat mereka tinggal dengan seharga Rp 150 ribu sampai Rp 500 ribu per ekor,” katanya.

Dedy juga menambahkan, tergiur dengan bisnis tersebut karena harga jual yang tinggi. “Memang menguntungkan Pak. Dan aku belum pernah pernah tersentuhan hukum,” cetus tersangka.(dho)

Komentar

Berita Lainnya