oleh

Degradasi Ekonomi Membuka Peluang Krisis Keamanan, Analis Adex: Terapkan Strategi Khusus

SUMEKS.CO-PALEMBANG- Menyikapi krisis sosial-ekonomi di tengah masyarakat dampak dari pandemi corona virus desease (COVID-19) Universitas Terbuka (UT) Palembang menggelar seminar online (Webinar) bertema merawat NKRI dari Pandemi Menuju New Normal. Senin (13/7/2020).

Direktur UT Palembang Dr Meita Istianda SIP MSi  narasumber Webinar  menerangkan, merawat NKRI dari pandemi menuju normal baru merupakan tema yang sengaja di pilih oleh UT Palembang dalam rangka menghadapi kontekstual (fenomena-fenomena) yang terjadi di Indonesia. Terkhusus dampak COVID-19 menyebabkan terjadinya degradasi ekonomi Indonesia secara eksesif, di khawatirkan akan menimbulkan efek domino di bidang ketahanan NKRI sebagai bangsa.

Berdasarkan kajian akademis, Dr Meita Istianda mengambil contoh kasus  ribuan karyawan di PHK guna menekan kerugian perusahaan, timbul kepentingan politik identitas, anomali informasi, penyebaran berita bohong dan sebagainya mengancam nilai-nilai kebudayaan dan Pancasila. “Degradasi ekonomi bisa membuka peluang krisis keamanan, krisis keamanan yang tidak ditangani dengan komprehensif dan berkeadilan akan berdampak pada konflik politik,” Ujar Direktur UT Palembang.

Webinar tersebut menuai perhatian masyarakat secara nasional. Untuk mencapai kedalaman dari pada tema yang di usung UT Palembang turut mengundang narasumber-narasumber yang kompeten di bidang politik hukum dan kebijakan publik.  Yaitu: Analis Kebijakan Madya Pideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Adex Yudiswan SH SIK MSi, dan akademisi FISIP Unsri Dr Andries Lionardo MSi. Keduanya menganalisis dari persfektif hukum, politik dan kebijakan publik.

Kombes Pol Adex Yudiswan SH SIK MSi memaparkan secara komprehensif strategi antisipasi ancaman transisi new normal yang terdiri atas tiga segmentasi. Segmentasi politik, Segmentasi Hukum, dan Segmentasi Keamanan. Ketiganya terhimpun dalam Implementasi strategi secara khusus.

“Dalam menghadapi situasi menghadapi wabah COVID-19 potensi permasalahan di tengah masyarakat di selesaikan dengan pendekatan problem oriented policing dengan melibatkan stakeholder guna membangun ketahanan sosial masyarakat di tingkat desa,” terang analis kebijakan madya Bareskrim Polri tersebut.

Ikwal, Kombes Pol Adex Yudiswan memperoleh penghargaan di bidang inovasi teknologi dalam pencegahan berita bohong (hoax),  dan mempersembahkan zona integritas dan WTP WBBM untuk Ditreskrimsus Polda Kalteng oleh KemenPAN-RB sewaktu menjabat sebagai Dir ditreskrimsus Polda Kalteng 2019 tersebut menambahkan pentingnya meningkatkan partisipasi masyarakat untuk tidak terprovokasi informasi propaganda di media sosial saat beraktivitas selama masa adabtasi kebiasaan baru.

“Masyarakat jangan mudah terhasut oleh informasi yang beredar di media sosial. Harus perhatikan kredibilitas informasi dan sumber yang jelas untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat,”tambahnya.
Sebagai akademisi kebijakan publik Dr Andries Lionardo meminta masyarakat mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah dalam situasi wabah COVID-19 seperti menerapkan protokol kesehatan dalam beraktifitas. Dia menyarankan masyarakat dapat mengembangkan kreatifitas dalam mengatasi kebutuhan finansial selama COVID-19 seperti mengimplementasikan program ekonomi kreatif memanfaatkan media online.

“Jangan larut dan terpengaruh informasi yang tidak kredibel. Ada banyak yang bisa di lakukan untuk mengatasi situasi sulit ini, yang utama saling gotong royong saling membantu satu sama lain untuk kesejahteraan bersama” pungkasnya. (Bima/Mg1)

Komentar

Berita Lainnya