oleh

Deklarasi Seruan Damai, Sepakat Tolak Kerusuhan

PALEMBANG – Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Senin (17/6) menggelar halal bihalal dengan Forkominda, tokoh agama, dan tokoh pemuda se-Sumsel di hotel Aston. Pada acara tersebut, Jenderal Bintang Dua menegaskan tentang situasi Kamtibmas di Sumsel yang aman dan kondusif.

“Ini tercipta berkat kerja keras semua pihak. Seperti TNI-Polri, Pemda, dan semua instansi maupun stake holder terkait,”ujar Zulkarnain.

Jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1985 menyikapi tentang situasi politik saat ini. Menurutnya, masih ada kemungkinan ancaman, gangguan, dan hambatan. Yang bisa menghambat proses putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada sidang perselisihan hasil Pilpres dan Pileg. Yakni kemungkinan adanya sekelompok masyarakat yang akan unjuk rasa.

“Saya berharap kepada masyarakat untuk mengikuti proses hukum yang ada. Kita hormati proses yang ada dengan kedamaian, aman, dan tertib,”ucapnya.

Jenderal kelahiran Belitang Madang Raya, OKUT, 31 Oktober 1961 juga mengajak semua komponen dan lapisan masyarakat untuk dapat memberikan kontribusi positif.

“Itu demi terwujudnya kondisi politik yang santun dan damai. Dalam rangka mendukung pembangunan daerah dan pembangunan nasional secara umum,”pungkasnya.

Senada juga diungkapkan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan. “Kondusifitas di Sumsel menjadi tanggung jawab kita bersama. Jadi, harus terus kita jaga,”ujar Irwan.

Sedangkan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan, masyarakat Sumsel harus tetap tenang. “Jangan mudah terprovokasi dan termakan berita dan info hoax,”ucapnya.

Semua yang hadir pada halal bihalal tersebut, bersama mendeklarasikan seruan damai yang dipimpin Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Sumsel KH Mal’an Abdullah.

Inti dari seruan damai tersebut yakni menolak segala bentuk tindakan kerusuhan dan anarkis yang mengarah pada perpecahan. “Mari kita utamakan kepentingan bangsa dan negara Indonesia,”ujar Mal’an. (vis)

Komentar

Berita Lainnya