oleh

Delapan Tersangka Terpaksa Dilumpuhkan

-Hukum-273 views

PALEMBANG – Dari 11 pelaku tersangka kejahatan curas, curat, curanmor dan pembunuhan di berbagai wilayah hukum Poresta Palembang. Sebayak 8 orang terpaksa diberikan tindakan tegas (diberi tembakan di kaki).

Kaporesta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah SH, MH didampingi Kasat Reskrim Yon Edi Winara SH. S.IK . Bersama wakasat Reskrim AKP Ginanjar Aliya Sukman mengatakan, pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas sebagai salah satu jalan untuk membuat efek jera kepada para pelaku-pelaku 3C.

“Langka ini tidak lain kita ambil untuk efek jera bagi para pelaku
kejahatan, terutama kasus 3C yang mencoba melawan petugas,”ujar didik, disela ungkap kasus yang bertempat dihalaman Poresta Palembang.

Lanjutnya, tindakan tegas yang dilakukan guna memberikan dan menciptakan rasa nyaman, aman kepada masyarakat hingga menjadikan Palembang yang aman dari tindak kejahatan.

Selain itu lanjut Didi, Polresta Palembang akan terus berusaha menekan angka
kriminalitas yang ada di Palembang. “Ya kita terus berusaha untuk menekan
angka kriminal di Palembang dengan sekuat tenaga untuk mengantisipasi
dan mengamankan wilayah Kota Palembang dari tindakan tersebut,”urainya.

khusus kasus curas (pencurian dengan kekerasan,red) ada dua pelaku yakni, Agus Suganda dan Adi Chandara.

“Modus dua pelaku ini, memepet dan mendorong sepeda motor korban, saat korban terjatuh langsung merampas barang milik korban yang dilakukan dengan ancaman sajam,”ujarnya lagi

Dari dua pelaku, lanjut Didik pihaknya mengamankan barang bukti berupa, satu unit Handphone (Hp) Xiaomi Note 4, satu sajam jenis Bayonet dan satu sepeda motor.

Lanjutnya, kasus pencurian dengan pemberatan (Curat), ada tiga tersangka atas nama Hendra Saputra, Aprizal, dan Febri Ariansyah. “Modus dilakukan pelaku membongkar pintu ruko yang ditinggal kosong oleh pemiliknya,” sambungnya.

“Dari ketiga pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa enam unit handphone, satu dongkrak, tas merek polo, dan satu unit sepeda motor,”urainya lagi.

Sementara untuk lima tersangka lain, kasus pencurian dengan pemberatan curat/curanmor. Yakni, Zainal Abidin alias Bidin pelaku pencuri sepeda motor (R2), Cahyadi alias Anca pelaku sepeda motor (R2), Renaldo pelaku sepeda motor (R2), Ishak Hasan pelaku pencuri mobil (R4), Helmi Rohinda pencuri mobil (R4). “Sepeda motor dengan cara merusak kunci kontak dengan menggunakan kunci letter T,”jelasnya lagi

Barang bukti, empat buah kunci T dan Y. Dua tang, satu sepeda motor, satu pasang plat novol. “Khusus untuk kasus pembunuhan dilakukan Apriansyah alias Aap, modus yang dilakukan menusuk korban dengan menggunakan pisau”tandas Yon.

Sementara salah satu pelaku, Irwan Hartedy (31), warga Rusun Blok 49 Kelurahan 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang. Akhirnya, Maijal alias Ijal (38), Lorong Kawat, Jalan Sosial, Kecamatan Sukarami, berhasil diringkus Unit Pidum Reskrim Polresta Palembang, saat nongkrong di rumah kakaknya di kawasan KM 5, Senin (22/44), sekitar pukul 21.30 WIB.

“Saya melakukannya sendirian Pak. Sebelum beraksi, saya sudah dua hari gambar lokasi di sana. Baru setelah itu saya membobolnya dan mengambil puluhan unit Hp berbagai merk,”lanjutnya.

Lelaki yang pernah mendekam di Rutan Pakjo tahun 2017 dengan kasus yang sama ini, mengaku kalau semua Hp yang dicurinya dijual di kawasan Pasar 16 Ilir dangan total uang Rp 9 juta, “Hp saya jual berpartisi ada uang Rp 9 ratus Ribu ada yg Rp 3 ratus bahkan ada yg Rp 1 juta dan uangnnya habis dipakai buat main judi online,” sambungnya

“Selain itu Hp jugo ku jual borongan di daerah Pasar 16 total uang ku terima Rp 9 juta galonyo. Saya sudah pernah dipenjara selama 1,6 tahun di Pakjo, gara-gara maling Hp juga,”tukasnya sambil tertunduk dengan borgol ditangan (nni)

Komentar

Berita Lainnya