oleh

Demi Pariwisata, PSBS Berambisi Tembus Liga 1

JAKARTA – Pesaing Sriwijaya FC promosi ke Liga 1 2020 bertambah. Ini menyusul tekad PSBS Biak menembus hegemoni klub mapan. Dengan kekuatan yang ada, mereka tidak ciut bersaing berebut tiket Liga 1 2020. Dengan tim seperti Mitra Kukar, Persiba Balikpapan, PSIM Jogjakarta, Madura FC dari Grup Timur, juga Sriwijaya FC yang ada di Grup Barat.

“Kami akan berusaha menembus Babak Delapan Besar dulu. Kemudian berpikir bagaimana masuk semifinal dan final untuk mendapatkan tiket Liga 1 2020. Kami akan terus berbenah agar permainan tim mendukung untuk ke sana,” tukas Asisten Manajer PSBS Freddy Montolalu.

Freddy menegaskan, untuk bisa ke sana manajemen mewajibkan menang di 10 laga home. Dengan modal 33 poin, tinggal mencari 10 sampai 15 poin di partai away. Jika skenario ini mulus maka akan mudah menembus Babak Delapan Besar sebagai gerbang menuju Liga 1 2020.

Manajer PSBS Jimmy Carter R Kapisa menambahkan, tekad lolos Liga 1 menjadi tujuan musim ini karena banyak misi yang diperjuangkan. Pertama, PSBS ingin sejajar dengan klub mapan lainmya di Indonesia. Kemudian, PSBS berstatus duta pariwisata Kabupaten Biak Numfor. Dengan masuk komunitas Liga 1, promosi daerah wisata Biak akan lebih mengena. Mengingat, kasta kompetisi teratas Indonesia ini menyedot perhatian lebih banyak massa dan mendapat eksposur lebih karena pertandinganya lebih banyak live.

“Kami alokasikan dana Rp10 miliar untuk mewujudkan target lolos Liga 1. Kami yakin dengan dukungan Pak Bupati kami yang memiliki passion di olahraga bisa bersama-sana memaksimalkan sumber daya yang ada untuk bisa merangkul pihak ketiga dalam berjuang karena banyak ikon wisata Biak yang belum dikenal khalayak umum, misal lempar ikan pakai tombak, dan kesenian menari di atas tumpukan kayu yang menjadi bara api,” jelasnya.

Manajer Jimmy menegaskan, untuk menggapai mimpi menembus Liga 1 2020, tidak akan memakai jasa pemain naturalisasi. Baginya, secara skil bermain para penduduk Biak tidak kalah dengan pemain asing. Bahkan mereka lebih percaya diri berjuang dengan mengandalkan kemampuan putera daerah. Mengingat, pemain asal Biak telah menyebar menjadi tulang punggung klub di luar Biak.

“Sebagian besar pemain yang perkuat tim-tim Indonesia dari Biak. Bahkan, 60 persen penyebaran pemain di Papua berasal dari Biak. Inilah yang membuat kami yakin dengan kekuatan 80 persen pemain dari Biak, kami bisa mewujudkan apa yang kami perjuangkan,” tukas Jimmy. “Kekalahan dari Persik memberikan banyak pelajaran kepada kami. Kami yakin bisa berkembang apalagi perjalanan masing panjang,” tukas Kapten PSBS Patrias Rumere. (kmd)

Komentar

Berita Lainnya