oleh

Demo Hingga Larut Malam, Delapan Motor Disita

PALEMBANG – Aksi demo penolakan RUU Cipta Kerja (Ciptaker) di Simpang Lima DPRD Sumsel, Senin (5/10) malam, berujung pada penyitaan 8 unit kendaraan. Ini karena peserta aksi tidak bisa menunjukkan SIM, KTP, dan STNK kendaraan.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan bahwa delapan sepeda motor yang disita tidak memiliki surat menyurat.

“Selain surat delapan unit kendaraan, sebanyak 25 orang pengunjuk rasa juga tak mengantongi izin dari polisi dalam
gelombang aksi demo penolakan RUU Cipta Kerja (Ciptaker) saat larut malam,” kata Anom, Selasa (6/10).

Anom menghimbau bagi pengunjuk rasa yang ingin mengambil sepeda motor masing-masing, dapat menunjukkan bukti berupa kelengkapan surat kendaraan seperti STNK maupun BPKB.

“Silakan bawa kelengkapan surat kendaraan kalau mau ambil motornya. Dan kami juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan aksi unjuk rasa yang mengabaikan protokol kesehatan. Kemudian tidak berunjuk rasa di waktu yang tidak ada dalam ketentuan UU,” jelas Anom.

Anam menambahkan, aksi yang dilakukan massa, Senin (5/10) sejak pukul 22.00 WIB. Massa mulai berkumpul di lokasi dan membentangkan spanduk menolak Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja yang disahkan menjadi UU.

“Aksi massa dibubarkan polisi pada pukul 00.30 WIB,” tukasnya. (dey)

Komentar

Berita Lainnya