oleh

Demo May Day, ini Tuntutan Buruh Sumsel

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Memperingati May Day, ratusan buruh se-Sumsel melakukan aksi demo dan mogok di Simpang Lima DPRD Sumsel, Sabtu (13/5).

Dalam aksinya, mereka menuntut menolak penerapan UU Omnibus Law, turunkan harga bahan pokok, mengesahkan RUU PPRT, tolak revisi UU PPP, Revisi UU SP/SB, tolak upah murah, hapus outsourcing, tolak kenaikan pajak PPN, sahkan RPP perlindungan ABK dan buruh migran, menolak pengurungan peserta PBI Jaminan kesehatan dan tuntutan lainnya.

Pantauan SUMEKS.CO buruh yang dipimpin oleh korlap menyuarakan sejumlah tuntutan untuk keberlangsungan kehidupan. Arus lalin menuju Jl Pom IX pun sedikit tersendat karena adanya penyempitan jalan karena buruh yang memadati separuh jalur. Sehingga anggota kepolisian ikut turun untuk mengatur lalu lintas.

Koordinator lapangan aksi buruh, Ramlianto mengatakan pihaknya membawa 18 tuntutan yang ingin disuarakan kepada pemerintah dan DPRD Sumsel.

“Salah satunya kami menolak penerapan UU Omnibus Law yang dinilai belum bisa mensejahterakan kaum buruh. Kehidupan buruh tidak seimbang antara pemasukan dengan pengeluaran. Dimana harga bahan pokok naik sedangkan upah kami tidak ada kenaikan sejak tahun lalu,” ungkap Ramlianto di sela-sela aksi unjuk rasa.

Menurutnya, kehidupan buruh di Sumsel masih sangat memprihatinkan, dimana kenaikan upah belum terlaksana sedangkan harga pokok terus naik.

“Makanya kami minta batalkan UU Omnibus Law, agar kehidupan buruh bisa sejahtera,” terangnya. (dey)

Komentar

Berita Lainnya