oleh

Derby Mataram, Rusuh, Mobil Polisi Dirusak Suporter

SUMEKS.CO- Kerusuhan terjadi saat Persis Solo melawat ke kandang PSIM Jogja dalam lanjutan Liga 2 Indonesia. Suporter tuan rumah turun ke lapangan dan membuat pemain dan ofisial Persis Solo berlarian menyelamatkan diri.

Kerusuhan itu terjadi di pengujung laga saat Persis unggul dengan skor 2-3. Wasit kemudian menghentikan pertandingan. Persis lantas dinyatakan sebagai pemenang. Meski begitu, Persis tetap tak lolos ke babak 8 Besar.

Usai laga, kerusuhan masih terjadi. Bahkan satu mobil kepolisian dibakar, dan satu mobil lainnya digulingkan. Pelatih Persis, Salahudin, mengatakan timnya bisa selamat sampai hotel. Namun, asisten pelatih Persis, Choirul Huda, mengalami luka di keningnya karena dipukul oknum suporter hingga berdarah.

Ia menyayangkan sikap suporter yang turun ke lapangan dan berbuat anarkistis. Menurutnya, sepak bola seharusnya bisa menjadi pemersatu bangsa, bukan pemecah belah bangsa seperti yang terjadi dalam insiden di Stadion Mandala Krida.

“Saya menyayangkan [sikap anarkistis suporter]. Padahal sepak bola adalah pemersatu,” ujarnya dalam pesan Whatsapp kepada Solopos.com,Senin.

Manajer Persis, Langgeng Jatmiko, mengatakan belum bisa memastikan kapan mereka bisa pulang ke Solo. Ia akan menunggu instruksi selanjutnya dari  Polda DIY terkait kepulangan mereka ke Solo. “Kami tunggu instruksi Polda dulu. Ini kami di hotel,” katanya.

Guna membubarkan suporter, polisi menembakkan gas air mata. Sontak gas air mata ini membuat suporter lari tunggang langgang. Usai dibubarkan di dalam stadion, kerusuhan pun berpindah ke area parkir Stadion Mandala Krida.

Kapolrestabes Kota Yogyakarta Kombes Pol Armaini mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih terus menginventarisasi kerusakan yang terjadi. Armaini menyebutkan saat ini baru dua mobil dinas milik polisi yang sudah teridentifikasi menjadi sasaran perusakan.

“Satu mobil dibakar dengan kerusakan 100 persen. Satu mobil lagi dirusak dan dijungkirbalikkan. Ada juga barang kita yang dicuri. Mereka tidak hanya merusak tapi juga mencuri dan menjarah,” ujar Armaini di Stadion Mandala Krida.

Armaini merinci dua mobil dinas polisi yang dirusak suporter ini semuanya adalah kepunyaan Polresta Kota Yogyakarta. Dua mobil dinas itu berjenis sedan Mazda 3 buatan tahun 2018 dan sedan Mitsubishi Lancer.

“Nanti kita lakukan penyelidikan. Saat ini kondisi sudah kembali kondusif,” ungkap Armaini. [cob/solopos/merdeka/radar]

 

 

Komentar

Berita Lainnya