oleh

Deru: Jangan Samakan Wartawan dengan Penggiat Medsos

-Headline-282 views

PALEMBANG – Perkembangan arus teknologi informasi saat ini mengalami kemajuan yang signifikan. Media sosial jadi alat dalam penyebaran informasi.

Sehingga, seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses seluruh informasi yang disebar dan diunggah oleh pengguna. Hanya saja, informasi yang disebar acap kali kurang akurat.

Bahkan, beberapa yang disebar hanya untuk menjatuhkan serta memajukan kepentingan golongan tertentu.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, H Attal S Depari mengatakan, wartawan diharapkan bisa memberikan pemberitaan yang bening dan sejuk di tengah perang informasi yang disebar melalui media sosial.

“Kita harus membangun informasi yang sehat objektif, independen dan berkualitas. PWI selaku organisasi yang menaungi wartawan juga harus independen. Jaga kepercayaan masyarakat. Kita harus bangun suasana yang kondusif,” ujar Attal saat memberikan kata sambutannya di acara Pelantikan Pengurus PWI Periode 2019-2024 di Griya Agung, hari ini, Selasa (5/3).

Attal yang juga menjabat sebagai Penanggung Jawab Masyarakat Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) PWI ini menuturkan, dalam waktu dekat masyarakat akan menjalani agenda besar.

Yakni pemilihan legislatif (pilleg) dan pemilihan presiden (pilpres). Masyarakat dibutuh pencerahan terhadap proses pemilihan ini.

Terutama untuk pilleg dimana sekitar 300 ribu caleg bertarung untuk menempati 2500 kursi anggota dewan.

Attal menilai masyarakat saat ini belum mendapatkan sosialisasi yang baik terkait pilleg.

“Saya sendiri bingung mau pilih siapa. karena kurang sosialisasi. Nah, tugas dari pers lah untuk menyajikan berbagai pemberitaan yang berisi informasi pilleg. Pers harus mendukung kesuksesan pemilu,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar mengatakan organisasi PWI selama ini telah menjalin berbagai kerjasama dengan berbagai instansi serta perusahaan.

Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap organisasi yang menaungi wartawan tersebut.

“Kali ini juga, kami menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga dan instansi perusahaan. Kerjasama ini diharapkan bisa semakin memberikan kepercayaan terhadap wartawan dalam melakukan peliputan,” bebernya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan wartawan merupakan salah satu profesi yang tidak ada pensiunnya.

Kemampuan menulis yang dimiliki bisa diberdayakan hingga hari tua. Peran pers sendiri sangat penting terutama dalam mempublikasikan kinerja pemerintah.

Ia tidak bisa membayangkan perjalanan pemerintah tanpa publikasi yang dilakukan insan media.

“Jadi jangan pernah menjadikan profesi ini sebagai alternatif. Tetapi jadikanlah profesi utama dan serius dalam menggelutinya,” ujar Deru.

Industri media dalam perjalanannya tentu mengalami kendala dan permasalahan.

Dulu, lanjut Deru, industri media terkendala prises distribusi. Dimana konektifitas antar wilayah di Indonesia belum tersambung seluruhnya.

“Masyarakat di kawasan pinggiran harus menunggu dua hari kemudian untuk membaca berita hari ini. Berbeda dengan saat ini dimana masyarakat bisa memperoleh informasi hanya melalui handphone,” terangnya.

Namun, kemudahan ini malah membuat banyak pihak memanfaatkannya dengan menyebar informasi bohong.

Masyarakat dipaksa untuk membaca berita yang tersebar melalui media sosial yang dimilikinya.

“Butuh persamaan persepsi antara pengusaha media massa untuk sama-sama menjaga keutuhan negara,” bebernya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak menyamakan profesi wartawan dengan penggiat media sosial.

Sebab, penerbitan informasi dari media massa melalui alur penyaringan yang baik serta sesuai dengan etika yang telah dibuat.

“Untuk itu, kita harus bangun keinginan kita untuk membangun Sekolah Jurnalistik. Agar kemampuan wartawan dalam menulis berita bisa mengalami peningkatan,” terangnya.

Pemilihan Ketua PWI beberapa waktu lalu dipandang Deru sebagai bagian dari proses demokrasi yang dijalankan oleh masyarakat Indonesia.

Mengutip dari pernyataan Mahathir Mohammad, Deru menjelaskan jika demokrasi bukanlah sistem yang sempurna tapi yang terbaik untuk saat ini.

“Saya yakin yang terpilih dalam konferensi beberapa waktu lalu dan pengurus yang ada saat ini merupakan yang terbaik. Mudah-mudahan bisa menjadi organisasi yang punya marwah,” ucapnya.

Deru juga mengharapkan PWI Sumsel bisa menjaga hubungan baik dengan dengan Pemerintah Provinsi, kabupaten/kota dan Forkopimda di Sumsel.

Pemprov sendiri berkomitmen untuk membantu perkembangan organisasi. Salah satunya dengan memberikan bantuan berupa kendaraan operasional.

“Ada juga permintaan dari pengurus untuk membantu gedung kesekretariatan. Ini akan kami pikirkan,” pungkasnya. (kos)

Komentar

Berita Lainnya