oleh

Deru : Tanpa Guru, Kita Tidak Bisa Seperti Sekarang

Harus Up To Date-Melek Digital

PALEMBANG – Seminar Hari Guru Nasional (HGN) 2021 sekaligus launching Pemilihan Duta Bahasa Inggris Provinsi Sumsel 2021/2022 berlangsung sukses. Mengawali membuka acara itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengajak semua yang hadir menyayikan lagu Hymne Guru.

“Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru, Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku….” Deru mengatakan, peringatan HGN menjadi momen penting bagi setiap insan pendidikan di mana pun berada untuk meresapi, mengkhayati sekaligus melakukan introspeksi diri.
“Pembangunan pendidikan ke depan didasarkan pada paradigma membangun manusia Indonesia seutuhnya,” ujar Deru di Griya Agung Palembang, Kamis (25/11).

Dia mengajak para guru untuk tidak hanya berkeluh kesah. Namun, bisa memberikan masukan ide-ide brilian buat pemda.
Selain seleksi Duta Bahasa Inggris, nanti akan ada duta bahasa lainnya. Gubernur menuntut para guru untuk melek digital, mengingat di era serba canggih saat ini rata-rata para siswa sangat mengandalkan teknologi dalam proses belajar.

“Saat kita harus berbuat kepada dunia pendidikan apa pun kapasitas kita. Jadi tidak perlu pejabat tinggi, semua mempunyai peran mulai dari kepala desa, camat, bupati/wako, gubernur hingga legislatif. Tanpa guru kita tidak ada apa-apa,” ingatnya. Deru mengapresiasi seminar kemarin.

” Saya juga menyambut baik adanya Duta Bahasa Inggris dan Duta Literasi menjadi kelengkapan dan keanekaragaman,” tutupnya.

Duta Literasi Sumsel, Hj Ratu Tenny Leriva Herman Deru mengatakan, seluruh pelajar dapat meneladani dan mengambil ilmu pendidikan yang telah disampaikan. “Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Hendaknya kita semua dapat mengambil ilmu dan meneruskan perjuangan menggunakan ilmu yang mereka berikan,” katanya.

Dengan menguasai bahasa internasional, harus tetap mencintai bahasa daerah dalam rangka mempertahankan budaya lokal dan mengekspose-nya ke dunia internasional.
Dia menilai, dengan bisa mengusai bahasa Inggris maka dapat memperkenalkan kearifan lokal daerah sendiri ke dunia internasional. “Selamat bertanding kepada para calon Duta Bahasa Inggris Sumsel,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Riza Fahlevi mengatakan, Seminar HGN dan launching Pemilihan Guru Bahasa Inggris juga diwarnai MoU Disdik dengan Briton English.

Kerja samanya dalam rangka peningkatan kompetensi Bahasa Inggris Cambridge English Language Services yang digelar sesuai arahan Gubernur Sumsel akan ditindaklanjuti. “Mau tidak mau, suka tidak suka momen hari Guru Nasional, HUT PGRI dan Korpri pada tanggal 27 nanti, menjadi momentum dan harus dimanfaatkan melakui kegiatan yang bisa menambah semangat para guru,” ujarnya.

Ia menuturkan, tidak ingin para guru, kepala sekolah dan pengawas bertindak di luar aturan dan kewajibannya. Ia juga berharap, guru-guru di Sumsel semakin baik dan memiliki kapasitas mumpuni. Ia juga memberi saran agar para guru semakin baik.

Kata Riza, guru di Sumsel harus “BERAKHLAK”. Dimana B berarti para guru harus terus belajar, belajar dan belajar tiada henti. E, para guru harus entrepreneurship. Kemudian R, religius, amanah dan kompetitif. Selanjutnya huruf H berikutnya Humble, Harmonis dan Humoris.

Ada juga L berarti Literasi. A berarti aplikasi dan terakhir kekeluargaan, kekompakan, dan kebersamaan dalam mewujudkan Sumsel Maju untuk Semua.

Widyaprada Ahli Madya Direktorat SMK Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendimbudristek, Dr Agus Salim SE MS menambahkan, Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi 2030. “Saat itu 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia 297 juta jiwa usianya produktif,” ujarnya.

Indonesia katanya, dalam pemeringkatan PIRLS (Progress in International Reafing Literacy Study) 2011 berada pada posisi 45 dati 48 negara. Dari PISA (Programme for I ternational Student Assessment) 2009 peringkat 57 dari 65 negara. Pada 2012 ke-64 dan 2015 posisi yang sam,a namun dari 70 negara. Sedang versi INAP (Indonesia National Assessment Program) pada 2016 dengan hasil nilai kemampuan membaca 46,83 persen (kurang).

“Sesuai arahan Presiden, 2020-2024 difokuskan pada percepatan pembangunan SDM unggul,” katanya. Dalam Merdeka Belajar akan dilakukan pembentukan sekolah penggerak.

Sirajuddin Tenri MPd, Director Briton English Education, Authorized Cambridge Exams Centre mengatakan, sempat melakukan asesmen lulusan SMA/SMK kisaran 15 ribuan orang. Hasilnya, standar asesmen calon mahasiswa yang akan masuk pada tahun ajaran bari 2020 dan 2021, kemampuan bahasa Inggris masih berada level bawah, kategori A1 dan A2.

Menurutnya, level A1 adalah kemampuan basic. Hal itu menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia jauh tertinggal dari harapan.

“Jangankan siswa. Kita sebagai pengajar kadang merasa miris, kurang percaya diri dengan bahasa Inggris,” bebernya.

Katanya, yang masih jadi masalah, para siswa mendapatkan pembelajaran bahasa Inggris justru dari luar/lembaga kursus. “Padahal pembelajaran di sekolah sudah ada. Tapi, pembelajaran 45 menit jauh dari standar, itu pun dua kali seminggu.

Seharusnya 1.000 jam studi, baru bisa ikuti rekomendasi 1 level ujian,” katanya.
Minimnya pengetahuan bahasa Inggris calon mahasiwa dipastikan bakal menjadi kendala bagi para dosen di perguruan tinggi (PT). “Di luar negeri, ketika mereka masuk ke PT melalui tes bahasa Inggris. Sementara di Indonesia terbalik. Akan wisuda harus bisa bahasa Inggris,” jelasnya.

Sirajudin berharap, di Sumsel setidaknya ada 2 sekolah percontohan Cambridge di tiap kabupaten/kota. “Kami ingin hadirkan sistem pembelajaran khusus bahasa Inggris, membantu daerah,” tambahnya. Belajar bahasa asing tak perlu ke kota besar karena telah tersedia di daerah.

Yadi Budhisetiawan, Direktur Pelaksana PT Indonesia Cerdas Membangun Negeri Ekosistem Pendidikan Hybrid dan Blended menambahkan, ada tiga pemicu terbesar perkembangan dunia pendidikan 2022-2025.
Apa itu? Bagaimana kehidupan di dunia tanpa batas, menggabungkan teknologi dan dunia baru setelah pandemi. Salah satu realisasi, 100 persen pendidikan tatap muka sudah mulai ditinggalkan. Contoh konkret lain adalah meningkatnya permintaan online class dari 13 persen menjadi 54 persen.

“Tak lagi cukup guru menguasai ilmu pedagogy dan andragogy, tapi harus terampil dalam heutagogy dan cybergogy. “Saran saya, gali pengetahuan dan tingkatkan keterampilan literasi digital, jadi guru onsite plus online mengajar siswa tatap muka sekolah agar mendapat active income plus siswa digital bimbel plus siswa virtual PKBM (passive income). Take home income bertambah dua kali lipat dengan mengajar 14 jam per minggu,” katanya.

General Manager (GM) Sumatera Ekspres, Hj Nurseri Marwah mengatakan, seminar HGN merupakan penghargaan bagi para guru. Acaranya sekaligus launching Pemilihan Duta Bahasa Inggris Provinsi Sumsel.

“Ini wujud dari kepedulian Sumatera Ekspres terhadap dunia pendidikan dan para guru di Sumsel,”sebutnya. Ia mengatakan, narasumber seminar merupakan orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Kemudian dari kalangan perguruan tinggi, hadir Ketua IGI Sumsel,Aswin SPd MSi dan jajaran. (rei/nni/)

Komentar

Berita Lainnya