oleh

Desa Bina Karya ‎Diselimuti Suasana Mistis

MURATARA-Suasana mistis masih menghantui warga di Desa SP5 Bina Karya, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara. Pasca terbongkarnya kuburan Sumarni (80). Warga mengaku takut di bayang-bayangi musibah yang bakal datang. Serta menduga kuat pencurian jari jempol dan sarung tangan dari jasad Sumarni. Sebagai syarat menuntut ilmu hitam.
Pembongkaran secara paksa kuburan Sumarni yang dilakukan orang tidak dikenal. Menyisakan tanda tanya besar bagi masyarakat. Rabu (30/1) sekitar pukul 09.00 WIB. Kasus pembongkaran kuburan di pemakaman umum Desa Bina Karya, masih menjadi trend topik. Dan perbincangan hangat masyarakat khususnya di Muratara.

Setidaknya ada tiga pembahasan utama yang di bincangkan oleh masyarakat, terkait kasus itu. Diantaranya, pelaku membongkar kuburan untuk mengambil benda berharga. Pelaku tengah menjalani ritual ilmu hitam dan terakhir permasalahan asmara.

Erwin warga Kecamatan Rupit, yang sempat memperbincangkan permasalahan itu mengatakan. Seumur hidup di wilayah Kabupaten Muratara, baru kali ini dia mendapatkan kabar adanya kuburan warga di bongkar paksa. Dia menduga ada benda berharga yang diincar para pelaku yang diduga lebih dari satu orang.

“Informasinya banyak barang bukti, ado linggis, sekop, pacul, dan ember. Artinyo lebih dari sikok wong yang gali, kemungkinan dio nyari emas yang dibawa di kubur. Karna yang dibongkar, itu makam warga beragama Nasrani,” katanya, hari ini (30/1).

Terkait sejumlah benda yang dinyatakan hilang oleh pihak keluarga. Seperti kuku jari jempol kanan dan sarung tangan jenazah. Bisa jadi itu yang diambil sebagai selingan. Atau sebagai alibi pelaku untuk menutupi jejak pencurian benda berharga itu. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya