oleh

Desak PTBA Segera Bebaskan Lahan IUP

MUARA ENIM – Plt Bupati Muara Enim H Juarsah mendesak perusahaan PT Bukit Asam segera mengganti rugi lahan warga yang masuk areal Ijin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan. Sebab banyaknya lahan IUP yang belum dibebaskan tersebut menjadi salah satu penyebab maraknya aksi penambangan liar di Bumi Serasan Sekundang.

“Saya minta pada PT Bukit Asam untuk segera membebaskan lahan-lahan masyarakat, sehingga masyarakat tidak melakukan kegiatan pertambangan ilegal lagi,” terang Juarsah, Jumat (23/10).

Juarsah menuturukan berdasarkan hasil evaluasi dilapangan, lokasi tambang ilegal banyak berada diwilayah IUP PTBA. Masyarakat pemilik lahan dibuat pun bebas melakukan penambangan liar karena minimnya pengamanan dari perusahaan pemilik IUP.

Selain itu dirinya bersama Gubernur Sumsel, Kapolda dan Danrem 044 Gapo telah meninjau langsung ke lokasi tambang ilegal dan sepakat agar praktik tambang ilegal dihentikan. “Saya sudah sampaikan untuk menutup tambang ilegal ini sesuai arahan yang disampaikan oleh Gubernur Sumsel untuk dihentikan dulu sampai proses hukum atau proses lainnya, kita menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,”ujarnya.

Juarsah mengakui aksi penambangan liar oleh masyarakat telah menjadi salah satu jenis mata pencarian warga. Meski begitu, pihaknya menegaskan pekerjaan menambang liar tetap dilarang karena selain membahayakan juga dipastikan ilegal karena tanpa izin. “Kita ingin masyarakat terpelihara dan terlindungi, tapi nanti kita cari solusi apakah bisa kita ajukan ke provinsi untuk dilegalkan,”ungkapnya.

Juarsah berharap kepada pemerintah pusat untuk segera mendata pihak-pihak di luar Kabupaten Muara Enim yang menerima atau membeli batubara hasil tambang liar. Orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang ini menduga mulusnya kegiatan penambangan liar di Kabupaten Muara Enim karena ada ulah oknum yang tak bertanggung jawab.

“Kalau pembeli atau penampungnya tidak ada pasti akan berhenti secara total dengan sendirinya. Tetapi oleh karena ada pembelinya berupa industri kecil dan sebagainya sehingga kegiatan ini masih terus menerus berkelanjutan,”ungkapnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya