oleh

Desantiku Cegah Money Politik

PALI – Demi menciptakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) jujur, adil, bermartabat serta sehat tanpa adanya kecurangan atau pelanggaran, yang salah satunya money politik atau politik uang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bentuk Desa Anti Politik Uang (Desantiku).

Launching Desantiku dilakukan Ketua Bawaslu PALI Heru Muharam diwakili Kordiv Pengawasan Iwan Dedi belum lama ini di Desa Sukamaju  Kecamatan Talang Ubi yang merupakan perwakilan desa-desa anti politik uang dari 5 kecamatan.

“Desantiku dibentuk dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui perwakilan dari pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat untuk dapat melakukan pencegahan terhadap  money politik atau politik uang bersama Bawaslu,” ungkap, Rabu (25/11).

Disamping mengedukasi masyarakat, Iwan Dedi juga menerangkan bahwa Desantiku merupakan cara pencegahan yang di lakukan oleh Bawaslu Kabupaten PALI untuk tolak dan lawan politik uang.

“Selain cara tersebut, Bawaslu PALI  akan selalu monitoring aktivitas tim pemenangan paslon dan aktivitas masyarakat dalam rangka menghadapi Pilkada 2020 melalui Pengawas tingkat Desa/Kelurahan (PKD),” terangnya.

Membentuk Desantiku diakui Iwan Dedi akan di laksanakan di 5 kecamatàn dan launching dilaksanakan di satu desa yang mewakili, yakni di Desa Sukamaju.

“Desantiku ada di 5 kecamatan. Untuk cegah politik uang, Bawaslu juga melakukan upaya lain dengan menugaskan PKD pengawas desa untuk melakukan spreding disetiap rumah yang ada di desa masing-masing wilayah kerjanya, juga lakukan patroli rutin perkecamatan, penyebaran leaflet, sticker dan pemasangan baliho pencegahan. Dengan upaya itu, kami berharap jalannya Pilkada PALI tetap kondusif tanpa adanya kecurangan,” harapnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya