oleh

Detik-detik Pemilik Ruko Menyelamatkan Diri saat Kebakaran

PRABUMULIH – Pascaterjadinya kebakaran di toko Polaris Jl Urip Sumoharjo, Kelurahan Pasar I, Kota Prabumulih yang menewaskan tiga korban, nampak aktivitas sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah normal seperti biasa.

Hanya saja, Toko Polaris yang menjual aksesoris Hp itu masih dipenuhi pecahan kaca dan sampah di depan ruko. Tak ada yang berani masuk ke dalam ruko yang masih dipasang police line tersebut.

“Kasihan, semua keluarganya mengantar jenazah ke daerah Banyuasin untuk dimakamkan. Sejak kemarin tak ada lagi keluarga yang datang ke sini,” ujar seorang tukang parkir di deretan depan ruko, Sabtu (9/1).

Sementara itu, berdasarkan pantauan SUMEKS.CO, di bagian belakang ruko hanya ada tanah kosong lengkap dengan rumput dan tanaman liar yang menjalar.

Berdasarkan informasi tetangga, istri korban Siti Marlina (27) dan anaknya Zahira (7) keluar dari plafon lantai 3 ruko yang biasa menjadi tempat menjemur pakaian. Mereka berjalan merambat di atas ruko tetangga yang lainnya dengan melewati asbes dan sebagian cor beton diatas ruko dan sampailah di ruko Mang Arman, berjarak tujuh ruko dari ruko milik korban.

“Itu seng tempat dia melorot, masih miring karena bekas dio turun,” kata Wak Arman (69), penghuni ruko yang tinggal tak jauh dari ruko korban sambil menunjuk seng yang dilalui Manda, -sapaan Siti Marlina dan anaknya.

“Olehnyo tempat kami dewek yang terang yang lainnyo gelap, jadi itulah mungkin dio turun di tempat kami,” sambung Wak Arman.

Dijelaskan pria yang berprofesi sebagai tukang jahit itu, Manda bersama anaknya langsung masuk ke dalam rukonya yang kebetulan saat itu tidak dikunci. “Aku lihat dio lah di tanggo (turun dari lantai tiga ke lantai dua), aku tekejut bunyi ado yang turun,” ujarnya mengaku langsung ke luar dari kamarnya yang berada di lantai dua karena mendengar suara orang turun dari lantai atas.

“Kulihat Manda yang turun sambil pegang anaknyo. Nah ujiku ngapo di sini, dari pucuk wak ujinyo,” sambungnya mengaku Manda tak banyak bicara hanya menangis bersama anaknya sambil turun ke bawah membawa bungkusan  kecil dan anaknya membawa bantal.

Sementara anak-anaknya sudah lebih dulu ke luar ruko saat dirinya masih tertidur dan api di ruko korban terus membesar. “Aku dak dengar suaro Manda naik seng, karena kan hujan deras nian waktu itu,” lanjutnya mengaku untung Manda bisa keluar dan kebetulan pintu belakang rukonya di lantai tiga tidak terkunci.

Di bawah, kata dia, Manda terlihat mondar-mandir di depan ruko. Manda panik karena suaminya beserta dua karyawannya tak kunjung keluar dari dalam ruko yang terbakar.

Sementara itu, Om Anto dan istrinya, salah satu penjual bakso tak jauh dari ruko korban mengaku saat kejadian dirinya bersama penghuni ruko yang lain sudah keluar membuka pintu ruko. “Kito lah diluar galo, lah dibukak. Tahu-tahu Manda dan anaknyo itu turun dari tempat Wak Arman. Kan ruko kito tu lantai 3 mungkin terus-terus (berjalan dari ruko ke ruko). mungkin karena Uwak Arman ado cahaya jadi dio turun ke ruko wak arman,” sambungnya.

Saat tiba di bawah, dia melihat Manda dan anaknya yang basah kuyup. “Kami tanyo kato kami dari mano dek, dijawabnyo dari sano (nunjuk ruko Wak Arman). Kami tanyo lagi mano laki mu, katonyo masih di sano nak nolongi uwong duo ikok karyawannyo,” sebutnya mengaku korban Indra sempat membukakan pintu dan menolong anak serta istrinya keluar dari ruko milik korban.

Melihat anaknya yang basah kuyup dan gemetaran, dia bersama tetangga lain meminjamkan baju dan jaket untuk anaknya. Sementara anaknya menunggu di rukonya, Manda pergi ke ruko adiknya yang berada di Jl Jenderal Sudirman tak jauh dari rukonya untuk berganti baju disana.

“Anaknyo nitip di aku, tapi habis ganti baju dio kolar-kilir di depan ruko nunggu suaminya tak keluar – keluar, basah lagi aku njok baju dan Manda ganti baju lagi,” sambung Istri Om Anto yang enggan disebutkan namanya.

“Waktu di sini, anaknyo nangis. Manggil ayah, ayah. Trus aku omongin ayahnyo dibawak ke rumah sakit nak diobati dulu,” imbuhnya.

Sementara Desi, tetangga sekitar mengaku korban Indra sudah delapan tahun lebih berjualan di tempat tersebut. “Rasanya ruko itu juga sudah dibelinyo,” sebutnya mengaku korban dikenal orang baik, ramah dan rajin salat. (chy)

Komentar

Berita Lainnya