oleh

Dewan Pers Bakal Gandeng Lembaga Kredibel di Daerah

-Headline-187 views

PALEMBANG – Dewan Pers berencana akan menggandeng lembaga kredibel yang ada di daerah untuk membantu memverifikasi perusahaan pers.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pers, Mohammad  Nuh, saat berkunjung ke Kantor Sumeks.co di Graha Pena Palembang, Kamis (12/9) sore.

“Dewan Pers itu cuma ada sembilan orang, terus mau ngurusin verifikasi seluruh Indonesia sampai ke pelosok-pelosok ya nggak selesailah. Maka, caranya kita kerjasama dengan lembaga kredibel yang tidak memunculkan conflict of interest misalnya dengan perguruan tinggi,” tegas Nuh.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden SBY ini mencontohkan, saat ini masih ada ratusan perusahaan pers yang ada di Sumsel belum diverifikasi. Apabila nantinya Dewan Pers bekerjasama dengan perguruan tinggi, misalnya Universitas Sriwijaya, maka lembaga tersebut harus membereskannya.

“Misalnya Palembang ada berapa, diselesaikan oleh Unsri. Kemudian, Manado diselesaikan oleh lembaga mana gitu. Sebab, kalau mau datangi satu-satu ya perjalanannya panjang terus Rupiahnya juga banyak. Dengan memanfaatkan partner di daerah kan bisa diselesaikan,” lanjut dia.

Terkait penerbitan sertifikat, Nuh juga menegaskan kepada stafnya supaya tidak berlarut-larut mengeluarkannya. Bahkan, dirinya menargetkan hanya dibutuhkan waktu dua hari untuk menerbitkan sertifikat terhadap perusahaan pers yang sudah mengajukan verifikasi.

“Pokoknya dua hari harus selesai, kalau belum selesai kita cari percetakan baru,” tutupnya.

Ya, Ketua Dewan Pers Prof Dr KH Muhammad Nuh datang dan silaturahmi ke Graha Pena dalam rangka verifikasi Faktual terhadap portal berita online, www.sumeks.co dan palpres com .

Hadir saat itu sejumlah wartawan dan pimpinan holding sumeks.co grup. Ada dirut H Muslimin dan para GM yang berasal dari daerah di Sumsel.

Prof M Nuh juga meminta kepada wartawan untuk menjadi wartawan yang berkualitas. Kualitas ilmunya, pengetahuanya, kualitas kesejahteraanya. “Sertifikasi wartawan juga harus menjadi program menagemen pers,” jelasnya.

Sebelum ke Graha Pena guru besar ITS ini menjadi pembicara seminar wakaf di UIN Raden Fatah – Unsri.(ety)

Komentar

Berita Lainnya