oleh

Di Bali Spirit, Bule Bayar Rp500 Ribu untuk Jadi Volunteer

JAKARTA – Bali Spirit Festival memang sudah menjadi bisnis holistic tourism. Daya tariknya luar biasa. Saking luar biasanya, para turis rela menyetor uang sebesar Rp500 ribu hanya untuk sekedar menjadi volunteer. Padahal, biasanya relawan itu tidak mengeluarkan uang melainkan malah difasilitasi kebutuhannya sebagai ganti dari tenaga yang dikeluarkan.

“Jika kita melihat di lapangan, memang ada orang-orang asing menjadi relawan selain orang lokal. Tapi jangan salah, mereka justru bayar ke kami Rp500 ribu untuk mendapatkan tugas itu. Sementara yang orang lokal, malah kita fasilitasi,” ungkap Noviana Kusumawardhani, direktur media Bali Spirit Festival di Ubud, senin (25/3).

Wanita yang karib disapa Bude Novi ini menjelaskan, uang Rp500 ribu itu sebenarnya keuntungannya kembali ke mereka sendiri. Dengan membayar Rp500 ribu itu para relawan bule tersebut mendapatkan fasilitas berupa makan dua kali sehari. Kemudian bebas memilih satu kelas yoga dalam sehari, dan bebas mengikui musik di setiap malam. Mereka yang mendaftar dari berbagai belahan dunia. “Mereka ini jumlahnya 200 orang, 75 di antaranya kita hire,” ucapnya.

Selain mereka, relawan juga diisi orang lokal. Mereka adalah siswa sekolah pariwisata di Bali. “Total dengan relawan para siswa itu sekitar 250-an. Untuk para siswa ini nanti akan mendapatkan surat rekomendasi kerja. Surat itu bisa dipakai data pelengkap jika mereka memasuki dunia kerja nanti,” ucapnya.

Dijelaskan Bude Novi, tidak mudah untuk membuat Bali Spirit Festival menjadi kegiatan seheboh ini. Sejak digelar pada 2008, founder Bali Spirit Festival masih merugi sampai pelaksanaan tahun keenam. “Bahkan saat itu founder kegiatan ini sampai harus gadaikan tanah agar pelaksanaan Bali Spirit Festival terus berlanjut. Syukur alhamdulillah sekarang sudah menghasilkan. Pendapatan dari ini juga nanti kami putar lagi untuk kegiatan-kegiatan seminar di sekolah-sekolah terkait HIV/AIDS,” ucapnya.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya