oleh

Di Bengkulu, 41 Orang Contact Tracing PDP Corona yang Meninggal Dunia Semuanya Sehat

SUMEKS.CO-BENGKULU – Sejak RH (62) warga Kota Bengkulu yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia, Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu langsung melakukan contact tracing. Atau penelusuran terhadap orang-orang yang pernah kontak erat dengan RH. Alhamdulillah, dari yang dipantau petugas, semuanya dalam kondisi sehat walafiat.

Hasilnya, seperti diutarakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni, SKM, M.Kes melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Lisyenti Bahar, SKM, M.Kes didampingi Kabid Kesmas, Nelly Alesa. Ia menuturkan jika tim sudah bekerja sejak Senin (23/3) hingga Selasa (24/3) yang hasilnya tercatat sebanyak 61 orang. Dari jumlah itu, yang sudah berhasil dan selesai dipantau sebanyak 41 orang.

“Tim sudah bekerja sesuai yang diperintahkan Pak Kadis, ada dua tim yakni PE (penyelidikan epidemilogi) terdiri dari tiga unsur masing-masing verifikator, tim medis, kemudian surveylen, sudah melakukan namanya contact tracing, kontak erat walaupun dia belum kasus, tapi kita berhati-hati. Yang tercatat di kita sebagai kontak, yang bersentuhan dengan kasus ada 61 orang,” jelas Lisyenti.

Terdiri dari petugas medis di Rumah Sakit Ummi, Rumah Sakit Rafflesia dan dari pihak keluarga. “Sehingga yang sudah selesai  kita pantau sampai hari ini baru 41 orang. Jadi besok akan sambung lagi. Lelah sekali tim. Itu ditelusuri satu persatu, ngapain aja, berapa jam terpapar, dimana,” beber Lisyenti.

Yang namanya kontak erat itu, lanjut Lisyenti, adalah minimal 4 jam kontak dengan kasus. Misalnya pegawai puskesmas, ngaku kontak erat karena hanya dilewati atau dilintasi pasien, itu tidak masuk kontak erat resiko tinggi. “Tapi misalnya dia perawat, dia dirawat 24 jam, perawatnya di ruangan itulah terpapar lebih dari 6 jam, nah itu sudah 41 orang yang kita lakukan PEnya, dari kemarin,” tambahnya.

Lisyenti membeberkan, jika ada yang mengatakan kok hanya 41 orang. Menurutnya, itu juga sudah tugas cukup berat dan sangat melelahkan. Terlebih juga ada kekhawatiran, jika tim lelang maka tentu dikhawatirkan akan ikut juga terpapar.

“Itu berat sekali, kalau timnya lelah, takutnya karena lelah dia juga jadi terpapar. Saya setiap hari lapor Pak kadis. Insya Allah besok doakan 61,” ungkapnya.

Diapun menegaskan, jika dari 41 orang yang terpantau tersebut, semuanya kondisinya sehat walafiat sehingga belum ada yang diambil spesimennya.

“Dari 41 alhamdulillahnya belum satupun yang indikasi untuk kita ambil spesimen, kenapa? Karena dari 41 semua dalam kondisi keadaan sehat walafiat. Suhu kita ukur, gejala batuk, demam, pilek tidak ada. Tapi kalau ada batuk, demam, pilek, itu langsung kita ambil suapnya. Alhamdulillah tidak ada,” demikian Lisyenti. (zie/bengkuluekspres)

Komentar

Berita Lainnya