oleh

Dialog Kebangsaan Rocky Gerung di Palembang Pecah!

-Headline-1.459 views

No Rocky No Party… Sebutan buat sang pakar filsafat Rocky Gerung yang sangat lekat di mata penggemarnya.

“Ya, kalau gak ada Rocky gak rame,” cetus peserta diskusi saat Rocky memasuki aula pertemuan Hotel Win di Palembang, Sabtu (2/3).

Bung Rocky yang pakar filsafat itu memang sedang fenomenal. Kali ini dia kembali datang ke Palembang untuk menyapa ribuan orang yang sudah menantinya di aula hotel yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta itu sejak pagi.

Maklum saja, lokasi diskusi ini sejak kemarin hingga tadi malam sudah berpindah hingga tiga kali.

“Itu bagian dari strategi,” kata salah seorang panitia.

Tapi sayangnya Bung Rocky tak lama-lama di Hotel Win. Hanya setengah jam ia menggelar dialog. Namun sambutan sangat luar biasa diterimanya. Tak henti Rocky fans mengabadikan foto dan video sang fenomenal pencetus ‘akal sehat’ itu.

Bahkan fans ada yang merangsek masuk sampai ke depan podium. Tujuannya hanya untuk foto dan bikin video.

Maklumlah baru kali ini bisa dekat langsung dengan orang yang selalu tampil di ILC Itu.

Rocky datang tak sendiri. Ada Aswari Rifai, mantan bupati Lahat yang saat ini Ketua Timses Prabowo Sandi Sumsel dan ada juga Eddy Santana Putra, mantan Walikota Palembang yang sekarang Caleg dari Partai Gerindra.

Ada juga H Umar Said yang tak henti dalam doanya meminta agar Rocky mendapatkan hidayah dan perlindungan Allah S.W.T dalam langkah perjuangannya menebarkan akal sehat di kalangan mileneal.

Diawal dialog Rocky mengungkap pujiannya pada emak-emak di kota Palembang yang sangat militan.

”Berkat emak-emak jualah acara ini bisa terlaksana, “ cetusnya.

Apalagi di awal H Umar Said juga menyinggung pemilik Hotel Win yang ternyata juga emak-emak dan berani merelakan tempatnya dipakai untuk acara dialog kali ini.

Rocky juga menyinggung kehadiran ‘intelijen’ saat acara kuliah umumnya di Pangkal Pinang. Menurutnya penguasa sedang tidak tenang.

“Kalau gak tenang ngapain ada intelijen. Toh argumen saya kalau tidak di terima di kampus bisa langsung dibantah oleh mahasiswa. Apalagi namanya kuliah umum, dan kampus adalah tempat untuk memeriksa kebohongan penguasa, “ cetusnya.

Bahkan Rocky berharap Capres nantinya bisa berdebat di kampus.  Diakhir dialognya, ia berpesan. Usai pemilu kita punya kurikulum baru. Yaitu berupaya mengakrabkan kembali warga negara. “Percayalah, kita akan memenangkan pemilu ini secara beradab. Dan kembali mengarabkan semua warganegara,” tutupnya. (jul)

 

 

Komentar

Berita Lainnya