oleh

Diam-diam, Myanmar Bebaskan Tujuh Tentara Pembantai

-Dunia-147 views

NAY PYI TAW – Pemerintah Myanmar bersikap tak adil terhadap militernya yang telah membantai penduduk Rohingya pada 2017 lalu. Tujuh tentara yang melakukan pembantaian terhadap muslim Rohingya yang seharusnya dihukum 10 tahun penjara, diam-diam sudah dibebaskan.

Mereka (tujuh tentara) yang terbukti bersalah telah membunuh sepuluh lelaki Rohingya di Desa Inn Din justru dibebaskan dari penjara November lalu. Tujuh tentara tersebut hanya merasakan tinggal di balik jeruji besi kurang dari setahun. Padahal, hakim menjatuhkan hukuman sepuluh tahun penjara.

“Hukuman mereka dikurangi militer,” ujar pejabat penjara senior di Naypyidaw sebagaimana dilansir Channel News Asia (CNA).

Hal senada diungkapkan Kepala Sipir Penjara Sittwee Win Naing. Tujuh anggota militer yang ditahan itu sudah berbulan-bulan keluar. Mereka menolak menjelaskan lebih detail.

Proses pembebasan anggota militer pelaku pembunuhan tersebut dilakukan secara diam-diam. Juru bicara militer Zaw Min Tun dan Tun Tun Nyi juga ikut menolak berkomentar. Zin Paing Soe, seorang di antara tujuh tentara yang dibebaskan dan bisa dihubungi via telepon, juga tak mau banyak buka suara.

“Kami diperintahkan untuk tutup mulut,” terang Soe. Dia membenarkan bahwa dirinya dan teman-temannya sudah bebas.

Pembebasan itu terasa tidak adil. Sebab, dua jurnalis Reuters yang mengungkap tindakan keji tujuh anggota militer tersebut, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, justru dihukum lebih lama. Dua jurnalis itu dijebak, didakwa memiliki dokumen rahasia negara, dan harus mendekam selama 16 bulan penjara. Mereka berdua baru dibebaskan 6 Mei lalu setelah mendapatkan amnesti. (sha/c22/dos/dom)

Komentar

Berita Lainnya