oleh

Diancam, Pasangan Kekasih ini Dipaksa Oral Seks

-Hukum-181 views

RUPIT – Pacaran di kebun sawit, ditodong pakai sajam, pasangan muda mudi di paksa melakukan perbuatan oral sex sambil direkam kamera. Kejadian itu berlangsung di Blok A Desa Sumber Makmur, Kecamatan Nibung Kabupaten Muratara. Selasa (14/1) pukul 10.30 WIB, kedua pelaku diciduk polisi.

Informasi dihimpun, kedua korban diketahui M Taufik (18) dan ND (14). Keduanya warga Blok C, Desa Bumi Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara. Saat itu pasangan kekasih itu tengah memadu kasih di pinggiran kebun sawit, Sabtu (28/12) 2019 sekira pukul 20.30 WIB, di atas motor yang mereka kendarai.

Lalu muncullah kedua pelaku dari dalam kebun sawit diketahui sebagai David Arianto (38) dan Palentin (26). Keduanya warga Desa Bumi Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara, sembari membawa sajam. Kedua pelaku langsung mendatangi korban dan sambil mengancam untuk menyerahkan sejumlah barang berharga.
Pelaku menuding kedua korban telah melakukan perbuatan mesum, sehingga harus dilaporkan dan diarak keliling kampung. Pelaku langsung menyita handphone milik, M Taufik. Dan meminta kedua korban untuk menyerahkan uang tunai Rp300 ribu jika ingin dilepaskan.

Ketakutan lantaran diancam pelaku, ND mengaku siap memenuhi permintaan pelaku. Lalu kembali ke rumahnya mengambil uang untuk diserahkan ke pelaku. Setelah menyerahkan uang tebusan itu, ND di paksa kedua pelaku agar berhubungan badan dengan M Taufik sambil mereka saksikan.

ND menolak dan tidak mau menurutinya, kedua pelaku kembali mengancam dengan sajam dan memaksa agar korban melakukan aksi oral sex terhadap kemaluan M Taufik. Takut dengan ancaman, akhirnya ND menuruti kemauan pelaku melakukan oral sex sambil direkam kamera.

Kapolres Muratara AKBP Adi Witanto melalui Kapolsek Nibung AKP Denhar mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapati laporan kasus itu dengan nomor laporan LP/B -06 /I/ 2020/Sumsel/Muratara/Sek Nibung tanggal 13 Januari 2020.

“Selasa 14 Januari 2020 pukul 10.30 WIB anggota mendapat info bahwa pelaku atas nama David Arianto dan Palentin sedang berada di rumahnya, lalu kami lakukan penggerebekan dan keduanya ditangkap tanpa perlawanan,” timpalnya.

Keduanya dikenakan pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E UU No. 35 thn 2014 tentang perlindungan anak dan Pasal 368 KUHP. Karena telah melakukan ancaman kekerasan dan memaksa anak di bawah umur berbuat cabul. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya