oleh

Diangkat PNS, Gaji Minimal UMR

Sekayu – Usai mendapatkan rekomedasi dari Bupati Muba H Dodi Reza Alex dan juga Gubernur Sumsel H Herman Deru. Para guru dan tenaga kependidikan honorer non kategori usia 35 tahun keatas ( GTKHNK 35+) Kabupaten Musi Banyuasin menggelar rapat koordinasi yang pertama kalinya, Minggu (18/10).

Rakor yang digelar di Kantor Korwil Dikbud Kecamatan Keluang itu berjalan lancar dengan menghadirkan sejumlah narasumber yakni Wartini Sukaisih, Ketua GTKHNK 35+, Muba, kemudian Sadiman SPdSD, kepala Korwil Dikbud kecamatan Keluang serta Soleman MPdI, penasehat GTKHNK 35+ Provinsi Sumsel dan Kabupaten Muba. “Alhamdulillah acara berjalan lancar dann kepala Korwil Dikbud Kecamatan Keluang mendukung Perjuangan kami,” ujar Ketua GTKHNK 35+ Kabupaten Muba, Wartini Sukaisih.

Sejumlah tuntutan mengemuka dalam rakorda tersebut yang diajukan para guru honorer 35 tahun keatas. Pertama para guru honorer dan tenaga kependidikan akan terus berjuang utk mendapatkan Kepres sebagai PNS tanpa tes.

“Andai pun KEPRES belum turun, kami akan berjuang di daerah, untuk meminta gaji menjadi UMR/ UMK, sebagai bentuk penghargaan utk kami para guru dan tenaga kependidikan honorer non kategori yg berusia 35 th keatas ( GTKHNK 35+),” kata Wartini.

Penasehat GTKHNK35+ Provinsi Sumatera Selatan, Soleman mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin yang telah memberikan insentif atau honor yang cukup tinggi bagi Guru Honorer yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin. Bahkan paling tinggi di bandingkan Kabupaten/Kota lain dalam Provinsi Sumatera Selatan.

“Walaupun secara manusiawi kami guru-guru honorer dalam Kabupaten Musi Banyuasin masih mengharapkan tambahan insentif atau honor dari yang sudah di dapati selama ini,” tukasnya. (Kur)

Komentar

Berita Lainnya