oleh

Dianjurkan Menggunakan Bahasa Sendiri

Lulusan Dipastikan Tak Ada Plagiat

PALEMBANG – Mencetak lulusan memiliki daya saing tinggi dan siap terjun ditengah masyarakat. Program Pasca Sarjana (PPS) Universitas PGRI Palembang memberikan pelatihan penulisan tesis tahun akademik 2020-2021.

“Dalam pembuatan tesis mahasiswa dianjurkan menggunakan bahasa sendiri. Hingga jauh dari kata plagiat,”ujar Plt Direktur Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang Dr. Syaiful Eddy, M.Si, disela kegiatan belatihan kemarin, bertempat di Aula H. Aidil Fitri Syah Gedung Bussiness and Science Center.

Katanya, dengan menggunakan bahasa sendiri mahasiswa akan benar-benar jauh dari kata plagiat. Karena bagi yang melakukan plagiat sanksi bukan hanya dari pihak Universitas saja. Namun juga dari kementrian.

“Sangsi terberat berupa pembatalan ijazah sesuai permendiknas No.17 tahun 2010 pasal 12 ayat 1,”terangnya

Lanjutnya, penelitian harus menarik juga bersifat provokatif dalam arti positif. Penelitian yang bagus adalah penelitian menarik untuk dibaca dan dipelajari untuk itu tentu butuh kemampuan bagi mahasiswa mengidentifikasi masalah yang aktual.

“Sebaiknya mahasiswa melakukan penelitian dengan masalah yang ada disekitar agar dapat dengan mudah mengakses data diperlukan juga mempunyai manfaat baik untuk insitusi maupun tempat dimana mereka bekerja,”jelasnya

Ketua Pelaksana Dr. Mulyadi, MA mengatakan, peserta pelatihan penulisan tesis berasal dari beberapa kabupaten kota mulai dari Palembang, Prabumulih, Pali, Ogan komering ilir, Ogan komering ulu, hingga Ogan Ilir. menghadirkan 13 narasumber mulai dari dosen dilingkungan Universitas PGRI Palembang juga Rektor.

“Ini agar mahasiswa Program Pascasarjana dapat mengetahui dan memahami secara mendalam tentang bagaimana cara membuat, menyusun hingga melaporkan dengan baik dan berkualitas sehingga dapat menyelesaikan penulisan tesis tepat waktu dan sesuai rencana,”katanya disela kegiatan. Seraya menyebutkan ada 121 mahasiswa program pasca sarjana yang ikut

Sementara Rektor Univeritas PGRI Palembang, Dr Bukman Lian ,MM. MSi mengatakan, mengantisipasi agar tidak terjadinya plagiat dalam pembuatan skripsi (tugas akhir,red) mahasiawa Universitas PGRI Palembang telah menyediakan program Turnitine, mesin ini bisa mengetahui apakah ada plagiat atau tidak pada tugas tersebut.

“Kita sewa pakai Turnitine internasional, artinya dari mana saja mereka ambil plagiat didunia ini akan ketahuan sebab mesin tersebut bisa mencetak dunia ini. Dan ini sudah sejak lama kita sediakan,”ujar Bukman Lian

Ditegaskan, lulusan universitas PGRI Palembang dipastikan hasil tugas akhir tidak ada yang plagiat. “Sebelum lulus tugas akhir atau skripsi mahasiswa wajib uji kompetensi kelayakan dengan mesin Turnitine, sampai tiga kali turnitune dengan persentase kelayakan baru bisa lulus,”tegasnya seraya mengatakan Keluaran Universitas PGRI bisa dipasti tidak ada plagiat dan siap mengabdi dimasyarakat sesuai kompetensi dimilki

Ketua YPLP PT-PGRI Provinsi Sumsel Hj. Meilia Rosani, SH., MH, menjelaskan mahasiswa program pascasarjana UPGRI rata-rata adalah guru juga kepala sekolah. “Mahasiswa PPS ini diharapakan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dengan membuka cakrawala melakukan penulisan tesis dengan hal-hal baru memanfaatkan permasalahan yang berada disekitar untuk kemudahan akses penelitian, juga bermanfaat sebagai referensi perbaikan di masa mendatang,”tandasnya.

Kegiatan dilaksanakn sesuai protokol kesehatan Covid-19. Wajib masker, face shield, sebelum memasuki ruangan para peserta diwajibkan mencuci tangan dan diukur suhu tubuh. Jaga jarak sesuai prokes. (nni)

Komentar

Berita Lainnya