oleh

Dibawah Carrick, Man United Hajar Villarreal 2-0 dan Pastikan Lolos 16 Besar

VILLARREAL – Manchester United memastikan lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2021/22. Itu setelah tim berjuluk Setan Merah itu menaklukkan tuan rumah Villarreal dua gol tanpa balas.

Bertanding di Estadio de la Ceramica (Villarreal), Rabu (24/11/2021) dini hari WIB, Man United tampil dengan dipimpin caretaker Michael Carrick di kursi pelatih.

Pasalnya, awal pekan ini petinggi Manchester United memecat Ole Gunnar Solskjaer di kursi pelatih. Di babak pertama, Man United tampak lebih sering mendapat tekanan dari para pemain Villarreal.

Meski demikian, hingga jeda skor tetap imbang tanpa gol. Di pertengahan babak kedua, Carrick memasukkan Bruno Fernandes dan Marcus Rashford.

Permainan Setan Merah lebih efektif. Bahkan pada menit ke-78, Cristiano Ronaldo berhasil membawa tim tamu unggul lewat sepak lob-nya. 1-0 untuk MU.

Jadon Sancho menggandakan keunggula Man United pada menit ke-90 usai menerima umpan Bruno Fernandes.

Laga Villarreal vs Man United pun berakhir dengan skor 0-2.

Kemenangan ini membuat koleksi MU menjadi 10 poin dan sudah cukup untuk lolos ke fase knockout, meski masih ada satu laga sisa.

Sementara Villarreal tetap di posisi kedua dengan 7 poin, tapi jika Atalanta menang atas Young Boys, Rabu dini hari ini, posisi wakil Spanyol itu bakal tergusur. (fat/pojoksatu)
[03.19, 24/11/2021] Julheri, SH: Polisi Tangkap Oknum PPAT Mafia Tanah yang Merugikan Nirina Zubir, Langsung Dijebloskan ke Penjara

JAKARTA- Polisi akhirnya menangkap Dua oknum Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Jakarta Barat, Ina Rosaina dan Edwin Ridwan yang merupakan tersangka kasus mafia tanah dengan korban Aktris Nirina Zubir, kini mereka sudah ditahan.
“Iya betul sudah ditahan,” kata Kepala Subdirektorat Harta Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Petrus Silalahi kepada wartawan, Selasa 23 November 2021.

Dengan demikian, kelima pelaku dalam kasus ini sudah ditahan.

Mereka ditahan selama 20 hari kedepan. Sebelum ditahan, keduanya diperiksa dulu sebagai tersangka. Sebab, mereka belum pernah diperiksa pasca ditetapkan jadi tersangka lantaranan mangkir dua kali.

Para tersangka dijerat Pasal 263, 264, 266, dan 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan dan Pemalsuan Dokumen.

Penyidik juga menerapkan Pasal 3, 4 dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Hal itu dilakukan untuk menelusuri aliran uang yang ditransaksikan pelaku dari hasil penggelapan aset milik keluarga Nirina senilai Rp17 miliar.

“Ina kami lakukan pemeriksaan awal, dia berkenan dimintai keterangan pada dini hari. Kemudian kami memberi waktu Ina istirahat, kemudian kami lanjutkan penahanan tadi pagi. Untuk Erwin, kami lakukan pemeriksaan awal dengan kapasitas sebagai tersangka. Kemudian kami lanjutkan dengan penahanan,” katanya.

Sebelumnya, Nirina Zubir tidak kuasa menahan air mata saat menceritakan tentang almarhumah ibunya. Sebagai seorang anak, Nirina merasa almarhumah ibunya belum tenang karena kasus mafia tanah.

“Ibu saya sudah 2 tahun yang lalu dia meninggal tidak tenang. Dia ada note (catatan), ‘uang aku ada tapi pada ke mana ya’. Terus ‘surat belum kelar-kelar ya,” kata Nirina Zubir seraya menangis saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 17 November 2021.

Ada 6 surat tanah yang dialihkuasakan oleh asisten rumah tangganya yang bernama Riri Khasmita. Orang tersebut sudah menjaga ibunya sejak 2009. Ia kemudian memanipulasi almarhumah ibu Nirina Zubir yang kala itu memang sudah kurang kuat ingatannya. (dhe/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya