oleh

Diduga Ada Lagi Warga Dimakan Harimau

LAHAT – Kasus tewasnya warga dimakan harimau kembali terjadi. Kali ini Suwadi (57) warga Desa Pajar Bulan Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat. Diduga tewas dimakan harimau, Ahad (22/12).

Saat ditemukan tubuh korban sudah terpotong- potong. Berhamburan di kawasan kebun duren. Sedangkan badan korban belum.ditemukan.
Informasi yang dihimpun, menurut warga sekitar kejadiannya di kawasan Benawe Ataran Hepang Libar perkebunan duren Desa Pajar Bulan, Mulak Ulu.

Saat itu korban sedang berada di kebun durian sejak tiga minggu lalu. Tiap minggu, keluarga korban mengantarkan bahan makanan. Minggu ke tiga, Volta (16) anak bungsunya saat mengantarkan beras dan bahan makanan lain tidak menemukan keberadaan korban. Sontak, Volta langsung memberitahunya ke masyarakat desa lantaran pondok korban sudah acak- acakan dan banyak jejak harimau.

Sekitar 70 warga lalu mencari kebeberadaan korban dan menemukan pekaian, lalu paha korban di kawasan kebun duren korban tersebut, sekitar pukul 12.00 WIB.

“Sekitar 50 meter kembali ditemukan kepala korban,” ujar Jefri, perangkat Desa Pajar Bulan.

Kapolres Lahat AKBP Irwansyah mengungkapkan bahwa dari pencaroan warga dan pihak Polsek Mulak Ulu beberapa bagian tubuh korban yang ditemukan dianyaranya dua tangan korban, kepala, dua paha, dan kaki.

“Namun rangka badan korban belum ditemukan,” AKBP Irwansyah.
Selanjutnya, tubuh korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Lahat untuk divisum.

“Untuk sementara dikarenakan kendala jarak yang jauh kurang lebih dua 2 jam ber jalan kaki dan cuaca dalam keadaan hujan deras dan direncanakan besok Senin tanggal 23 Desember 2019 Unsur Tripika dan pihak terkait bersama warga akan melakukan pencarian kembali sisa anggota tubuh korban yang belum ditemukan,” tegas Kapolres.

Sementara atas kejadian itu, Bupati Lajat Cik Ujang saat kunjungan ke Mulak Sebingkai langsung ke rumah duka di Mulak Ulu, ketika mengetahui ada warganya yang diduga makan diharimau. Bupati beserta rombongan juga langsung menuju kamar jenazah RSUD Lahat.

Bupati berharap pihak terkait bisa mencari salusi terbaik bagi warga dan harimau.

“Kita belum tahu dan masih diselidiki apakah harimau atau bukan. Namun kota berharap pihak BKSDA dan dinas Kehutanan bisa mencari solusi terbaik,” ungkapnya.

Menurutnya warga juga sudah lama berkebun dan lokasi harimau juga berada di kawasan hutan lindung. “Warga cari makan, harimau hewan yang dilindungi jadi harua dicari solusi terbaik,” unkapnya.

Pantauan dikamar jenazah tampak istri korban Surmiah dan Volta anak bungsu korban terlihat tegar.

Istri korban Surmiah mengungkapkan bahwa korban biasa tinggal di kebun. Apalagi saat ini sedang musim durian. “Korban sudah tiga minggu. Minggu sebelumnya sempat bertemu dengan korban. Sempat bilang hati- hati,” ungkapnya.

Lalu saat mengantarkan bahan makanan minggu lalu, juga sempat melihat tinjak harimau dalam perjalanan ke kebun. Sementara untuk firasat tidak ada.
Sedangkan Volta anak korban mengaku walau tidak ada firasat, namun sempat bertanya- tanya kenapa korban tidak pulang.

“Aku cuma bepikiri ngape bapak belum balek- balek dari kebun,” ungkapnya.
Naas saat dirinya mengantarkan beras dan bahan makanan untuk korban. Justru korban telah ditemukan tak bernyawa.

“Sempat kucari tapi dak ketemu jadi langsung ngajak warga desa,” ungkap Volta lirih.

Sementara pihak BKSDA Lahat Raswandi, saat ditemui di kamar jenazah RSUD Lahat mengatakan bahwa lokasi tewasnya korban berada di kawasan hutan lindung yamg menjadi wewenang KPH dari Dinas Kehutanan.

Dijelaskannya bahwa masalah korban apakah dimakan harimau atau hewan buas lainnya, untuk saat ini belum bisa memastikan, karena belum diverifikasi. “Kita akan cek TKP dahulu dan berkoordinasi dengan pihak KPH Dinas Kehutanan karena berada di wilayah hutab lindung yang menjadi wewenangnya,” ungkap Raswandi.(gti)

Komentar

Berita Lainnya