oleh

Diduga Dehidrasi, Seorang Ibu Jatuh Pingsan Tergeletak di Tepi Jalan

LUBUKLINGGAU – Seorang ibu diketahui inisial Diana (39) warga Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur I, jatuh pingsan di tepi Jalan A Yani Kelurahan Kenanga Kecamatan Lubuklinggau Utara II dekat Percetakan Mawar, Selasa (28/4/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.

Sontak kejadian tersebut membuat warga sekitar lokasi heboh. Apalagi dengan kondisi saat ini masyarakat tengah dihantui pandemi covid 19. Warga dan pengendara yang kebetulan melintas dilokasi tidak berani mendekat. Itu lantaran warga khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan kondisi saat ini.

Rendi, salah seorang warga sekitar menjelaskan, ibu tersebut berjalan kaki dan baru saja turun dari angkot. “Dia baru turun dari angkot. Setelah berjalan sekitar 50 meter, kemudian jatuh pingsan, langsung saya berteriak meminta tolong. Namun warga tidak berani langsung memberikan pertolongan.” jelas Rendi.

Tak lama kemudian datang pertugas dari Puskesmas Megang sekitar pukul 14.00 WIB mengenakan Alat Pengaman Diri (APD) lengkap. Tanpak dilokasi juga ada sejumlah petugas TNI dan Polri. Oleh petugas kesehatan yang mengenakan APD tadi, ibu tersebut dibawa ke RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau.

“Petugas puskesmas Megang langsung turun kelokasi dengan APD (alat pelindung diri) lengkap berjumlah dua sampai tiga orang,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Deasy Novianti.

Terpisah Humas RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau, Yasir membenarkan adanya seorang ibu yang pingsan tergeletak dipinggir jalan bernama Diana (39) dan saat ini telah ditangani pihaknya. Korban setelah dilarikan ke RS tak lama kemudian langsung sadar. Itu setelah korban diberikan air minum.

“Itu tadi sadar setelah minum, langung sadar,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan korban, dia baru pulang dari wilayah Kecamatan Selangit (Kabupaten Mura). “Kalau cerita dianya tadi, dia dari selangit, turun dari angkot, ya pingsan. Karena puasa, panas. Memamg lagi puasa, dehidrasi saja sepertinya. Tapi tetap dilakukan pemeriksaan rapid test untuk antisipasi,” ujarnya.

Setelah dilakukan penanganan tidak ada arah ke covid 19. “Kalau ditangani tadi alhamdulillah tidak ada arah yang kesana. Dia tidak ada riwayat tidak ada, suhunya tidak panas 36 derajat celcius, tensinya bagus, dia tidak sesak nafas, tidak ada gejala arah-arah kesana. Itu tadi sadar setelah air minum, langsung sadar. Kita juga masih menunggu hasil dari rapid tesnya” pungkas Yasir.(wek/linggaupos.co.id)

Komentar

Berita Lainnya