oleh

Diduga Pemalsuan Tandatangan, Pengurus Aksi Ancam Somasi

MUARA ENIM – Pengurus DPC Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKSI) Kabupaten Muara Enim meradang. Pasalnya, tanpa sepengetahuan mereka tanda tangan Ketua DPC AKSI Kabupaten Muara Enim M Fadlan SE diduga telah dipalsukan.

“Saya merasa tidak pernah menandatangani surat audensi ke DPRD Kabupaten Muara Enim,” tegas Ketua Asosiasi Kontraktor Kontruksi Indonesia Kabupaten Muara Enim M Fadlan SE, Sekretaris Zulfikar Safeska dan Bendahara Septian Haksan, Jumat (18/6).

Menurut M Fadlan, bahwa pada hari Rabu tanggal 16 Juni 2021 sekitar pukul 09.00 WIB di Kantor DPRD Kabupaten Muara Enim, beberapa kontraktor perwakilan dari beberapa organisasi kontraktor yang mengatasnamakan Gabungan Pengusaha Konstruksi melakukan audensi di kantor DPRD Muara Enim dalam rangka menyampaikan aspirasi.

Namun sayangnya, di dalam surat No : 001/GPKM/VI/2021 perihal Permohonan Audensi, tanpa sepengetahun dan persetujuan pengurus AKSI ternyata diikutkan dalam audensi tersebut. Dan yang lebih berani lagi tanda tangan dan nama dirinya diduga telah dipalsukan.

“Kami dalam AKSI, setiap ada permasalahan atau dalam mengambil keputusan selalu melalui rapat pengurus dahulu karena akan membawa nama organisasi. Lain halnya kalau pribadi, silahkan saja,” tegas Fadlan yang membawahi 38 kontraktor Muara Enim dan Kabupaten PALI.

Sekretaris AKSI Zulfikar Safeska, menambahkan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan kegiatan audensi tersebut, silahkan rekan-rekan kontraktor sampaikan aspirasi namun atas nama pribadi jangan organisasi. Sebab kalau atas nama organisasi tentu harus melalui mekanisme organisasi dahulu.

Namun yang menjadi permasalahan, lanjutnya, mengapa nama organisasi dan ketua dicatut serta tandatangannya yang diduga di palsukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Ini, kerugian materil memang tidak ada, namun kerugian immateril nilainya tidak terhingga.
“Atas kejadian ini, kami akan berkoordinasi dengan pengurus provinsi dan pusat sebab, kami ada kuasa hukumnya. Kami serahkan keputusannya mau kemana, namun kami akan melakukan somasi atas permasalahan tersebut,” tutupnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya