oleh

Diduga Suspect, Ibu-Anak Asal Prabumulih di Isolasi

MURATARA – Sempat diduga alami suspect virus Corona, ibu dan anak asal Kota Prabumulih, mendadak di rawat intensif di RSUD Rupit. Kondisi itu sempat menimbulkan ke khawatiran di tengah masyarakat, lantaran wilayah Muratara merupakan jalur perlintasan antar Provinsi.

Masyarakat di wilayah Kabupaten Muratara di buat cemas setelah beredarnya, foto status perawat di RSUD Rupit yang menggendong Balita lengkap menggunakan baju Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19.

Meski hanya menuliskan kata motivasi untuk petugas medis di RSUD Rupit. Foto yang beredar itu menyebar menimbulkan beragam pertanyaan di masyarakat. Ahmad warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara yang mendapat kiriman foto itu mengaku, semakin khawatir dengan potensi penularan Covid-19 di Muratara.

“Belum tau itu foto dari mano, tapi banyak yang posting foto itu dari petugas RSUD Rupit. Mungkin itu bener dari RSUD Rupit,” tegasnya.

Pihaknya berharap, Pemerintah segera memberikan keterangan resmi mengenai permasalahan itu, sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. “Kalau itu benar ada di RSUD Rupit, tentunya jadi semakin cemas di Muratara. Harus ada keterangan soal itu, petugas medis jangan menakut nakuti masyarakat,” pintanya.

Sementara itu, Silva humas RSUD Rupit saat di konfirmasi mengenai informasi itu, secara langsung membenarkan jika foto petugas yang beredar menggunakan APD itu, merupakan petugas RSUD Rupit.

Dia mengklarifikasi, jika petugas menggunakan APD sebetulnya untuk langkah antisipasi dan menjalankan SOP Covid-19. Pasalnya, pasien itu awalnya  berasal dari wilayah Prabumulih dan melakuan perjalan ke Padang lalu singgah ke Muratara.

“Semalam datang ke sini, ibu dan anak. Mereka mengeluhkan anaknya sesak napas dan batuk batuk serta napasnya sesak,” ujarnya. Karena dianggap positif masuk dua kategori gejala Covid-19, petugas menerapkan SOP yang berlaku.

“Tadi pagi sudah di tes pakai Rapidtes, tapi hasilnya negatif. Jadi harus kita tes lagi untuk ke depan. Karena jika ada yang terpapar, itu baru muncul setelah 14 hari kemudian. Jadi ibu dan anak itu masih kita isolasi di sini,” tegasnya.

Informasi di himpun, saat ibu dan anak itu, tengah di rawat di RSUD Rupit persisnya di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Petugas medis, membatasi ruang itu secara umum, untuk menetralisir lokasi. Sementara itu, juru bicara gugus tugas penanggulangan Covid-19, Susyanto Tunut meberikan konfirmasi resmi mengenai foto yang beredar luas itu.

Dia mengatakan, sudah mengecek informasi dan mendapatkan informasi awal dua orang yang diduga suspeck covid19 di Muratara. Namun setelah dilakukan rapidtes, keduanya dinyatakan negatif. Untuk saat ini pihaknya menegaskan, ada 33 orang masuk dalam daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP), 11 orang dinyatakan sehat dan tinggal sisa 22 orang lagi yang masih dalam pengawasan.

“Jadi di Muratara masih nihil PDP dan ada 22 yang masuk ODP. Untuk kasus ibu dan anak itu, ada gejala asma tapi kita akan tunggu lagi hasil tes lanjutanya,” ucapnya.

Asisten I Membenarkan jika ibu dan anak itu, sempat melakukan perjalanan dari Prabumulih-Padang-Muratara. Namun dia mengungkapkan jika keduanya merupakan warga Embacang, Kecamatan Karang Jaya. Terkait langka yang diterapkan petugas mengunakan APD itu, menurutnya upaya petugas itu sudah tepat untuk mengantisipasi penyebaran wabah covid-19.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya