oleh

Dihadapan Dewan Mengaku Melanggar, Minta Waktu Untuk Membongkar

Sumeks.co – Dugaan pelanggaran dalam proses pembangunan sorum mobil di kawasan Simpang Polda berlanjut. Komisi III DPRD Kota Palembang yang diketuai Firmansyah Hadi memanggil pemiliknya, Robby Hartono pada Jumat (3/7).

Di hadapan anggota Dewan, pemilik mengakui telah melanggar dan meminta waktu untuk melakukan pembongkaran. Seperti yang disampaikan oleh Firmansyah kepada awak media usai rapat. “Saudara Robby bersedia (membongkar lahan parkir) sepanjang tujuh meter,”katanya.

Apalagi berdasarkan deadline yang diberikan oleh Dinas PU-PR kota Palembang, pemilik sorum secara lisan telah diminta untuk membongkar dalam kurun waktu 3×24 jam sejak dilakukan inspeksi pada Rabu (1/7) lalu. Sehingga menurut Firmansyah pada hari Senin mendatang pihaknya akan kembali memeriksa.

Sidak yang dilakukan oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Palembang, H Firmansyah Hadi bersama Dinas PU-PR dan Dinas LHK Kota Palembang, Rabu (1/7). (ist)

“Kalau memang belum dilakukan, kami akan minta Pemkot yang mengeksekusi (membongkar),”tegasnya. Sebab seperti yang telah disampaikan sebelumnya, Firmansyah merasa pelanggaran proses pembangunan itu cukup merugikan masyarakat.

Di kawasan sekitar lokasi kerap terjadi banjir dan genangan air saat hujan. Saat dilakukan sidak, pemilik disinyalir menutup drainase dan memakan badan jalan untuk dijadikan lahan parkir yang posisinya lebih tinggi dari jalan.

Plt Kabid Tata Bangunan Dinas PU-PR kota Palembang, Faisal di tempat yang sama mengatakan jika pihaknya akan menerjunkan tim untuk memastikan pembongkaran tersebut. “Tim akan turun (hari) Senin. Kita akan pastikan,”ujarnya.

Di sisi lain, Robby Hartono yang sempat dibincangi awak media terkesan menolak untuk dilakukan pembongkaran. “Kita akan lihat lagi, cari win win solution agar lebih efektif (dibanding pembongkaran). Barangkali waktu terbit sertifikat dipotong langsung oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), kito dak tahu jugo,”kilahnya. (aja)

 

 

Komentar

Berita Lainnya