oleh

Dihukum 8 Tahun, Titis: Tidak Ada Keadilan Bagi Johan Anuar

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Wakil Bupati OKU periode 2020-2025 nonaktif Johan Anuar dihukum oleh majelis hakim Tipikor Palembang dengan pidana penjara selama 8 tahun karena telah terbukti secara sah bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi pengadaan lahan makam Kabupaten OKI tahun 2013.

Terkait hal itu, setelah berkonsultasi dengan terdakwa Johan Anuar dalam sidang telekonferensi, Selasa (4/5) melalui penasihat hukumnya Titis Rachmawati SH MH, CLA beserta rekan secara tegas mengatakan banding terhadap vonis yang dibacakan oleh majelis hakim diketuai Erma Suharti SH MH.

“Jelas yah majelis hakim di sini tidak mempertimbangkan seluruh pledoi yang telah kami sampaikan pada pekan kemarin, majelis hakim hanya memoles saja dalil-dalil dakwaan KPK seolah majelis telah bekerja dalam menghakimi persoalan ini, jelas tidak ada keadilan disini bagi klien kami,” ujar Titis diwawancarai usai sidang.

Dalam putusan yang dijatuhkan, lanjut Titis, majelis hakim juga seakan lupa dengan uang pembelian tanah sebagai ganti rugi yang telah diberikan ke masyarakat.

“Dalam putusan ini, majelis hakim terkesan membatalkan pengadaan (tanah). Karena proses tidak sesuai prosedur dan pengadaan dianggap tidak ada,” ujarnya.

Selain itu, faktanya aset yang dicatat oleh Pemerintah Kabupaten OKU menurut Titis cuma “Halu” saja. Karena majelis hakim mematahkan bahwa terkesan tidak ada pengadaan. Banyak hal yang kontradiksi dalam persidangan ini. Untuk itulah dirinya mengambil langkah hukum banding.

Menanggapi pernyataan tersebut, JPU KPK RI, M Asri Irawan SH MH mengatakan, uang ganti rugi yang telah diberikan ke masyarakat merupakan hasil dari penjualan tanah itu sendiri.

Komentar

Berita Lainnya