oleh

Dilarang Nambang Minyak, Massa Geruduk Kantor Bupati

SEKAYU – Ribuan masyarakat yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Muba, Senin (17/9).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kekecewaan masyarakat yang umumnya bekerja sebagai penambang dan pengelola minyak terhadap Maklumat Bersama Bupati, Kapolres dan Dandim terkait larangan penambangan dan pengelolaan minyak ilegal.

Pantauan SUMEKS.CO, masyarakat mulai berdatangan di titik kumpul yang telah disepakati yakni di depan Masjid Jami’ An Nur sejak pagi. Warga datang mulai dari menaiki motor, mobil, hingga mobil truk. Selanjutnya, ribuan orang tersebut long march menuju kantor bupati.

Sembari berjalan, spanduk berisikan protes terhadap larangan pengelolaan sumur minyak pun dibentangkan. Bukan hanya itu, masyarakat juga bergantian berorasi. “Kito hanya cari makan pak, kalau ditutup makan apo kito,” ujar salah satu pengujuk rasa yang namanya enggan disebutkan.

Usai melakukan orasi, para pengunjuk rasa ini ditemui langsung Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin yang didampingi Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem dan Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muh Syafudin KZ. Bahkan, pengunjung rasa mengirimkannya untuk melakukan diskusi guna mencari solusi.

Dodi mengatakan bahwa terkait permintaan peserta aksi, pihaknya akan mencarikan solusi. Maklumat tersebut instruksi dari pemerintah pusat. Pemkab Muba hanya menjalankan.

“Maklumat tetap berlaku, tetapi saya minta waktu untuk mencarikan solusi,” tukasnya. (kur/dom)

 

Komentar

Berita Lainnya