oleh

Dilema Pengrajin Batu Bata di Masa Pandemi

SUMEKS.CO-Pengrajin Batu Bata sedang mengerjakan produk di bangsalnya, Kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarami Palembang, Selasa (22/9).
Batu Bata salah satu matrial utama untuk membangun hunian sampai gedung bertingkat. Harga Batu Bata saat ini menurun drastis menjadi Rp. 365, per Batu Batanya yang sebelumnya Rp. 400, per Bata sebelum pandemi Covid-19 mewabah di dunia.

Menurut Ricko, salah satu pemilik bangsal, keuntungan dari penjualan sangatlah tipis. Ia menuturkan bahwa harga yang dijual sekarang satu mobil truk skala ribuan Bata, tidak sesuai dengan modal untuk membeli bahan baku pembuatan Batu Bata tersebut.

“Iya sangat tipis untungnya, sebab sekarang modal untuk membuat Batu Bata ini sendiri banyak sekali, mulai dari membeli tanah berkubik-kubik terus membayar orang untuk mengaduk tanahnya,”jelas Ricko saat berbincang dengan pewarta foto sumeks.co.

“Belum lagi ngerental mesin molen per-harinya, itu bayar lagi, dan tidak murah, sekali mencetak Batu Bata bisa sampai 60 ribu batu.  Belum lagi membeli kayu bermobil-mobil untuk membakarnya,klo harga jual dinaikkan, pelanggan lari ke bangsal sebelah”, tambah ricko.(att)

Komentar

Berita Lainnya