oleh

Dilimpahkan Secara Virtual, Eks Bupati Muara Enim Segera Dilimpahkan Ke Pengadilan

SUMEKS.CO,- Berkas Tiga Tersangka kasus dugaan suap alih fungsi lahan di Kabupaten Muara Enim tahun 2014 salah satunya menjerat Muzakir Sai Sohar mantan bupati Muara Enim periode 2014 – 2018, Rabu (20/1) dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi Sumsel dan siap dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Palembang untuk disidangkan.
Hal itu dibenarkan oleh Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumsel Khaidirman SH MH saat dikonfirmasi, Rabu (20/1) sore. Penyerahan berkas berikut tersangka dilakukan oleh tim penyidik Kejati Sumsel secara virtual (Video telekonferensi).
“Hal itu dilakukan mengingat masih dalam kondisi Pandemi Covid-19, dan para tersangka juga sebelumnya sudah ditahan di rutan Pakjo Palembang,” kata Khaidirman.
Khaidirman juga menjelaskan, pada awal mula penyelidikan ditetapkan empat orang tersangka, namun dalam perjalanannya salah satu tersangka bernama Abunawar Basyeban meninggal dunia sehingga dinyatakan gugur demi.
“Jadi saat ini kita limpahkan tiga tersangka yakni MZ, AJ dan YS dan siap kita limpahkan untuk disidangkan perkaranya,” tandas Khaidirman.
Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel telah menetapkan empat tersangka dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi alih fungsi lahan hutan produksi menjadi hutan tetap di Kabupaten Muara Enim tahun 2014, yang mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp 5,8 miliar.
Keempat tersangka itu yakni mantan bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar, HM Anjapri mantan Dirut PT. Mitra Ogan, Yan Satyananda, merupakan mantan kabag akuntansi PT Perkebunan Mitra Ogan serta Abunawar Basyeban (Alm) selaku konsultan.
Dalam pemeriksaan oleh Tim Pidsus Kejati Sumsel, mendapatkan kerugian negara pada proyek tersebut yang merupakan proyek fiktif, sehingga penyidik beranggapan ada total loss atau tidak ada kegiatan sama sekali.
Untuk barang bukti ada uang sebesar Rp 200 juta didalam rekening, dan saat ini belum ada pengembalian kerugian negara.
Adapun keempat orang tersangka tersebut, mempunyai peran masing masing yakni dua orang tersangka dari PT mitra ogan dan ada satu orang konsultan dan juga pejabat negara.
Dua orang dari Mitra Ogan perannya yang mengeluaran dana Rp 5,8 miliar lebih, membuat seolah-olah ada proyek untuk mengurus perizinan dan patut diduga yelah dicairkan serta diserahkan kepada oknum pejabat di Kabupaten Muara Enim.
Atas perbuatanya keempat tersangka, dikenakan pasal 2 ayat 1 UU No 20 tahun 2001 dan pasal 11 atau 12 B UU No 31 tahun 99 jo UU No 20 tahun 2001 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup dan minimal 4 tahun penjara. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya