oleh

Dinas Perdagangan Bingung

Retribusi Hanya Rp 58 Juta

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Dinas Perdagangan Kota Palembang, mengaku bingung, adanya dugaan penyimpangan retribusi uji tera, ukur, takar, timbang dan perlengkapan (UTTP) yang mencapai angka hingga miliaran rupiah. “Kalau soal korupsi sampai miliaran kami tak tahu. Yang jelas penerimaan kami hanya Rp 58 juta,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang melalui Bendahara Penerimaan Metrologi, Erik Novriadin, Kamis (25/2/2021).

Dia menjelaskan, uang retribusi uji tera, ukur, takar, timbang dan perlengkapan antara Palembang-Banyuasin selama bentang waktu 2017 hingga 2019, baru mulai dipungut pada tahun 2019. Ini dikarenakan, tahun 2017 dan tahun 2018, perda yang mengatur retribusi uji tera belum dikeluarkan. Sehingga retribusi belum ada nilainya alias belum ditarik. Perda yang mengatur retribusi uji tera UTTP, baru keluar akhir tahun 2018.

“Jadi sebelum perda keluar kami menarik retribusi nol rupiah dari setiap truk. Baik itu kendaraan dari Palembang maupun yang dari Banyuasin,” ujar Erik.

Nah, pada tahun 2019 pihaknya mulai menarik retribusi. Setiap muatan tangki truk BBM yang diukur, dikenakan retribusi sebesar Rp 80.000. Ini berlaku untuk setiap truk kapasitas 5.000 liter BBM. Namun, untuk kapasitas dibawah 5.000 liter tetap dikenakan biaya yang sama yaitu Rp 80.000. Lain halnya dengan truk berkapasitas melebihi 5.000 liter. Untuk muatan ini, dikenakan biaya retribusi tambahan senilai Rp 10 ribu untuk setiap 1.000 liternya.

Sekedar mengingatkan, petugas penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin, menggeledah serta mengamankan sejumlah dokumen.

Terkait dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam pelaksanaan kegiatan tera/tera ulang UTTP oleh Dinas Perdagangan Kota Palembang, di wilayah Kabupaten Banyuasin Tahun 2017- 2019.
Penggeledahan dilakukan selama tiga jam dari pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB. Pidsus Kejari Banyuasin telah menetapkan empat tersangka yang diduga terlibat. Kesemuanya merupakan oknum Aparatur Sipil Negara berinisial EH, TA, EF dan HI. Tiga diantaranya merupakan ASN Dinas Perdagangan Kota Palembang, satu orang oknum ASN Banyuasin. (dey)

Komentar

Berita Lainnya