oleh

Dipaksa Bayar Tunai, Pasien BPJS Ngaku Diseret & Dicekik

-Unik-69 views

Sumeks.co  PANGKALPINANG – Aidil Fitriyansah, salah satu pasien Rumah Sakit Umum Depati Hamzah (RSUDH) Pangkalpinang mengaku dapat perlakuan tak menyenangkan saat berobat. Warga Kampung Asam yang berobat dengan fasilitas BPJS ini dipaksa membayar tunai. Ia juga dicekik hingga diseret satpam RSUDH.

Dikatakan oleh Aidil kepada harian ini, pada Senin malam (23/9) sekitar pukul 21 WIB Ia mengalami luka di kaki akibat terkena pisau cuter. Ia langsung ke UGD RSUDH guna mendapatkan pengobatan dan perawatan medis.

Saat masuk UGD dirinya tak alami kendala apapun, bahkan langsung mendapat pelayanan medis dari seorang dokter laki-laki dan perawat. “Pas masuk UGD lancar-lancar saja, langsung dilayani, diobati,” cerita Aidil.

Persoalan mulai muncul saat dirinya akan menyelesaikan administrasi pembayaran melalui layanan BPJS di sebuah loket RSUDH. Kartu BPS pun disodorkan dan langsung diterima dan foto kopi petugas.

“Saat petugas bertanya sakit apa, lalu saya bilang abis dari UGD ngobat kaki luka kena pisau. Tak disangka ternyata petugasnya bilang kalau lukanya seperti itu diakibatkan kelalaian, tak ada tanggungan BPJS. Saya langsung terkejut,” katanya.

“Terus saya jawab, gak mungkin saya mau ataupun suka melukai diri sendiri. Saya tetap bersikreras memperjuangkan hak saya, saya sudah bayar asuransinya tiap bulan,” ucapnya bernada kesal.

Tapi nampaknya petugas tersebut tetap saja bersikeras tak mau melayani hak BPJS. “Bahkan meminta saya untuk tetap membayar cash,” ujarnya.

Singkat cerita, lanjutnya, kemudian dirinya didatangi oleh seorang petugas berbaju preman. “Dengan petantang petenteng dan wajah tak bersahabat langsung menghampiri dan bertanya apa masalahnya. “Dia langsung bilang dan membentak kalau saya gak senang datang saja langsung ke BPJS sana. Terus saya katakan kalau saya tetap memperjuangkan hak saya. Ini hak saya, karena segala kewajiban sudah saya tunaikan,” kisahnya.

Akhirnya petugas berbaju preman itu tidak senang dan langsung memprovokasi Satpam lainya untuk mengeroyok. Hingga akhirnya dirinya diseret dan dicekik dibawa ke lorong gelap hendak dipukuli.

“Saya dicek dan diseret, dia mau mukul saya tapi dilerai satpam. Saya tetap pada pendirian, saya memperjuangkan hak saya dan saya bilang tetap tak akan bayar,” sebutnya.

Lalu tak berapa lama dirinya berhasil lepas dari insiden itu hingga akhirnya saat di luar ruangan langsung menelpon keluarga dan merekam kejadian tersebut. “Saya saat merekam, meraka sempat takut. Saya bilang saya tak akan bayar, karena saya sudah tiap bulan bayar kewajiban,” tandasnya. (eza/babelpos)

Komentar

Berita Lainnya