oleh

Dipanggil Paksa, Tersangka Minta Perlindungan Kapolda

PALEMBANG – Advokat Benny Murdani SH, kuasa hukum Dahlia yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan tanda tangan surat keterangan ahli waris oleh penyidik Subdit III Harda Ditreskrimum Polda Sumsel meminta perlindungan hukum kepada Kapolda Sumsel.

Ini setelah penyidik tetap melanjutkan proses pemeriksaan dan pemanggilan paksa terhadap kliennya. Padahal, terkait perkara ini saat ini menurut Benny, pihaknya telah melayangkan permohonan gugatan pra-peradilan ke PN Klas 1A Khusus Palembang.

“Harusnya hormati dulu hak-hak tersangka dalam upaya hukumnya mengajukan permohonan gugatan pra peradilan. Mari kita tunggu bersama putusan pra peradilan yang sedang diajukan klien kami. Kalau pun putusan pra peradilan menyatakan kami kalah, baru kami akan menghadiri panggilan penyidik,” kata Benny kepada media, Kamis (16/1).

Ditambahkan, dalam penetapan tersangka terhadap kliennya timbul pertanyaan. Ada kepentingan apa penyidik dalam kasus ini seperti memaksakan.

“Permohonan perlindungan hukum yang kami ajukan ke Kapolda Sumsel sebagai upaya untuk mencari keadilan untuk kliennya dan secara bersama-sama untuk menghormati jalannya proses penegakan hukum,” sebutnya.

Seperti diketahui, pada 31 Desember 2019 lalu Dahlia resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Subdit III Unit Harda Ditreskrimum Polda Sumsel dalam perkara pemalsuan tanda tangan surat keterangan ahli waris berupa tanah di Jl HM Noerdin Pandji, Kecamatan Sukarami Palembang.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengaku belum mendapatkan informasi dari Subdit II Harda Ditreskrimum Polda Sumsel terkait adanya permohonan gugatan pra peradilan yang diajukan tersangka Dahlia.

“Mohon maaf saya belum bisa berkomentar terkait masalah ini karena belum mendapat informasi terkait pra peradilan yang diajukan tersangka Dahlia. Nanti jika memang sudah ada baru saya bisa berkomentar,” pungkasnya.(kms)

Komentar

Berita Lainnya