oleh

Dipecat dari Dirut TVRI, Helmi Yahya Melawan


JAKARTA
– Baru dua tahun menjabat sebagai Direktur Utama TVRI, Helmi Yahya dicopot oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johny Gerard Plate. Padahal masa jabatan Raja Kuis itu seharusnya berakhir pada 2022.

Menkominfo Johnny Gerard Plate bersedia membantu menyelesaikan masalah penonaktifan Helmi Yahya sebagai Direktur Utama TVRI. Dia tak ingin penonaktifan Helmi menjadi kegaduhan.

Dia menyatakan bahwa penonaktifan Helmi sebagai direktur utama TVRI tak perlu diributkan.

“Tidak perlu ribut-ribut,” kata Johnny kepada wartawan, Jumat (6/12/2019).

Surat penonaktifan Helmy sendiri tertulis dengan nomor 241/DEWA/TVRI/2019 tertanggal 5 Desember 2019. Surat tersebut berisi penyampaian Surat Keputusan Dewan Pengawas Nomor 3 Tahun 2019, di mana isinya telah membebastugaskan Helmi Yahya dari jabatan Dirut LPP TVRI periode 2017-2022. Mantan Cabup Ogan Ilir itu melawan. Dia menyatakan dirinya masih sebagai Dirut TVRI. Apa latar belakang penonaktifan Helmi?

“Masalahnya yang harus diselesaikan bukan untuk memperbesar masalah,” kata Johnny.

Politikus Partai NasDem ini menjelaskan, TVRI membutuhkan manajemen yang kuat supaya tetap eksis sebagai lembaga penyiaran yang maju di negara ini. Kemajuan zaman membuat TVRI juga harus bersaing dengan bentuk media lain. (detik.com/dom)

Komentar

Berita Lainnya