oleh

Dirut PDAM Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan

Sumeks.co – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng menetapkan Direktur Utama (Dirut) PDAM Kudus Ayatullah Humaini jadi tersangka kasus jual beli jabatan. Selain Humaini, ada satu tersangka lagi berinisial O di perusahaan daerah itu. Dua orang ini, sebelumnya berstatus sebagai saksi.

Plt Bupati Kudus HM. Hartopo mengonfirmasi, pihaknya menerima pemberitahuan ada tambahan tersangka berinisial A pada Kamis (9/7) lalu. ”Tapi surat (pemberitahuan) baru dilayangkan Jumat,” kata Plt Bupati Kudus HM. Hartopo kemarin.

Dia menuturkan, Ayatullah Humaini pada Senin (13/7) sudah dipanggil Kejati Jateng. Namun tidak hadir lantaran sakit tekanan darah. Kini, tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan penetapan tersangka terhadap dirut PDAM, saat ini ada dua posisi direksi yang kosong.

Dirut dan direktur teknik. Hartopo mengaku telah berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian Setda Kudus. Sementara terkait proses penonaktifan dirut, pihaknya masih menunggu surat dari Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Kudus.

Terpisah, Dewas PDAM Kudus Dio Hermansyah Bakri mengatakan, saat ini pihaknya dalam proses pengajuan penonaktifan dirut kepada Plt bupati Kudus. Pejabat pelaksana harian (Plh) juga akan segera ditetapkan, agar roda perusahaan tetap bisa terus berjalan.

”Sesuai dengan peraturan daerah, kami mengusulkan pemilik dalam hal ini bupati untuk melakukan penonaktifan direktur sambil menunggu batas inkrah. Pengajuan belum, ini baru proses. Ditetapkannya tersangka, otomatis (jabatan dirut) kosong. Sementara (dirut) perusda tidak boleh kosong. Karena harus ada Plh untuk melaksanakan tugas lain-lain,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Kabar penetapan dua tersangka baru juga dibenarkan Kepala Kejaksaan negeri (Kajari) Kudus Rustriningsih. Saat ditemui di kantornya kemarin, dia menyebut A dan O sebagai inisial dua tersangka tersebut. Dirinya enggan membeberkan informasi terkait dua tersangka ini.

”Kami tidak berhak memberikan pers rilis, karena itu kewenangan Kejati. Yang jelas sudah ada penetapan tersangka oleh penyidik Kejati,” ungkapnya.

Dengan adanya penetapan tersangka baru, kasus dugaan jual beli jabatan di PDAM Kudus sampai saat ini sudah ada tiga tersangka. Satu tersangka lain telah ditetapkan sehari setelah operasi tangkap tangan (OTT) oleh Kejari Kudus pada Kamis (11/6) lalu. Tersangka itu berinisial T yang merupakan kepala Pelaksanan (kapel) Kepegawaian di PDAM Kudus. Saat OTT, T ditangkap di bengkel bersama barang bukti uang tunai Rp 65 juta yang disimpan di jok motornya. (ks/daf/lin/top/JPR/jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya