oleh

Disdukcapil Permudah Masyarakat Urus Dokumen Kependudukan

MUARA ENIM – Mengurus dokumen kependudukan hingga sampai saat ini masih menjadi keluhan dan kendala bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi masyarakat Muara Enim. sebab Disdukcapil Muara Enim secara kontinyu terus melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan yang prima kepada masyarakat Kabupaten Muara Enim.

“Kita selalu menampung aspirasi dan kendala masyarakat dan diimplementasikan dengan program untuk mempermudah layanan,” kata Kepala Disdukcapil Muara Enim Drs Risman Effensi MSi, Senin (25/10).

Menurut Risman, saat ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Muara Enim telah melakukan lima Inovasi Andalan agar dapat lebih mudah dalam mengurus dokumen kependudukan, dalam rangka menjalankan visi Kabupaten Muara Enim untuk Rakyat (MERAKYAT) yang Agamis, Berdaya Saing, Mandiri, Sehat dan Sejahtera serta menjalankan misi ke 7 yaitu mewujudkan tata kelolah pemerintahan yang profesional, Kredibel, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik, melalui dinas Kependudukan dan Pencatatan telah membentuk beberapa program inovasi.

Diantaranya JEBOLAN DESA (Jemput Bola Rekam dan Cetak Administrasi Kependudukan di Desa), JeRBOLAN SEKOLAH (Jemput Bola Rekam dan Cetak Administrasi Kependudukan di Sekolah), RENDANG PEDAS ANDALAN itu adalah singkatan dari Rekam Datang Penyandang Disabilitas, Anak dan Lansia, PELANDUK ( Pelayanan Updating Data Penduduk), Belah Dadaku (Begitu Lahir Dapat Dokumen), dan ARTIS DUKCAPIL (Antar Gratis Dokumen Kependudukan dan Catatan Sipil).

Inovasi Jebolan Desa dan Jebolan Sekolah, kata dia, dimana melalui program ini petugas akan datang langsung kedesa-desa atau sekolah-sekolah jemput bola untuk memberikan layanan perekaman biometric dan sekaligus pencetakan dokumen kependudukan dan Inovasi ini sudah kita jalankan sejak tahun 2015.

Inovasi Rendang Pedas Andalan, dimulai dari tahun 2018 berupa pelayanan bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus dan kurang beruntung karena keterbatasan fisik dan usia yang dilakukan ditempat tinggal masing-masing yang bersangkutan sehingga mereka tidak usah repot-repot lagi datang ke kantor Disdukcapil cukup di rumah saja karena petugas kita yang akan datang dan memberikan pelayanan.

Dan sampai dengan akhir September 2021 sudah direkam sebanyak 635 jiwa disabilitas dari 954 jiwa disabilitas wajib KTP atau 66 persen dan sudah direkam 18.576 jiwa Lansia dari 23.832 jiwa lansia atau 78 persen.

Inovasi PELANDUK yaitu berupa Pelayanan Updating dan konsolidasi data bagi masyarakat yang Nomor Induk Kependudukan (NIK) nya tidak terbaca pada saat digunakan untuk berbagai keperluan seperti Perbankan, pembuatan Paspor, BPJS, Daftar Sekolah Online dan lain sebagainya.

Caranya sangat mudah cukup menghubungi Nomor Layanan WA di Nomor 0821 8226 3612 atau langsung difasilitasi melalui Lembaga Pengguna yang telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Muara Enim, seperti BPJS Kesehatan, Imigrasi Kelas lI Non TPI Muaraenim, Bank Sumsel Babel Muara Enim, Bank BNI dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim. Dimulai dari Bulan Juli 2020 sampai dengan akhir September 2021 telah diupdate NIK sejumlah 80.409 NIK.

Selanjutnya Inovasi Belah Dadaku (Begitu Lahir Dapat Dokumen ) Inovasi ini sudah kita mulai sejak Bulan Nopember 2020 berupa pemenuhan hak sipil penduduk yang baru lahir dalam Kabupaten Muaraenim. Pihaknya akan menerbitkan sekaligus tiga dokumen yaitu berupa Akta Kelahiran, Kartu Identidas Anak (KIA) dan Kartu Keluarga (Three In One).

Inovasi ini, lanjutnya, bekerjasama dengan Rumah Sakit Bersalin dan Bidan. Ketika Seorang ibu selesai melakukan Persalinan, maka pihak Rumah sakit akan memberikan 3 dokumen sekaligus yaitu Akta Lahir, KIA dan KK. Perjanjian Kerja Sama (PKS) telah dilaksanakan dengan Rumah Sakit Trijaya Medical Centre dan RSIA Karunia Indah Medika. Sampai dengan Akhir September 2021 kita sudah menerbitkan 726 dokumen dari 242 Pemohon dalam inovasi ini.

Dan yang terakhir, adalah inovasi ARTIS DUKCAPIL. Program ini sudah Launching pada Tanggal 6 Januari 2021 Pelayanan Delevery Service berupa pengiriman berkas permohonan dan penyampaian dokumen cetak melalui jasa PT POS Indonesia tanpa dipungut biaya (Gratis).

Bagi masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Muara Enim, dan ingin mengurus dokumen kependudukan dapat melakukan permohonan pembuatan dokumen kependudukan dengan memanfaatkan nomor layanan yang telah disediakan melalui Whattsapp atau menyampaikan berkas melalui jasa PT POS, dan hasil cetak dokumen akan dikirimkan kepada pemohon juga melalui PT POS dengan biaya dibebankan kepada APBD Kabupaten Muaraenim dan tidak dibebankan kepada masyarakat (Gratis). Sampai dengan Akhir September 2021 ini melalui inovasi ini kita sudah melayani sebanyak 2.442 dokumen dari 886 permohonan.

Dijelaskannya, bahwa sejauh ini jumlah penduduk di Kabupaten Muaraenim berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Kementerian Dalam Negeri Semester I Tahun 2021 adalah 600.053 Jiwa terdiri dari 305.898 jiwa laki-laki dan 294.155 Jiwa perempuan.

Dan melalui Inovasi yang kita lakukan dari 416.986 jiwa penduduk wajib KTP, pihaknya sudah melakukan perekaman E-KTP sebanyak 416.974 jiwa atau 99,9 persen, 0,1 Persen itu adalah remaja yang umurnya mendekati 17 tahun, dimana mereka kita rekam dulu dan nanti setelah mereka berusia 17 tahun, KTPnya tinggal di cetak karena data-datanya sudah kita rekam.

Ditambahkannya bahwa untuk kepemilikan Akta Kelahiran anak sejumlah 181.310 akta dari 195.389 anak usia 0-18 tahun sebesar 92.79 persen. Untuk Kartu Identitas Anak (KIA) sejumlah 71.843 dari 187.175 dari anak usia 0-17 tahun atau sebesar 38,38 persen.

“Seluruh inovasi ini, sudah berjalankan dan diterapkan kepada masyarakat dan terbukti sangat bermanfaat,” tutupnya.

Sementara itu, menurut Kiagus Amancik (89) warga Tanjung Enim, bahwa ia sangat terbantu dengan program-program inovasi dari Disdukcapil Muara Enim seperti mengurus seluruh dokumen kependudukan dirinya sampai selesai. Sebab dirinya tidak sanggup lagi jika mengurus sendiri ke kantor Disdukcapil, apalagi dirinya tinggal hanya sendiri dirumahnya.

“Hanya ucapan terimakasih yang bisa saya berikan, semoga semuanya menjadi ladang amal di akhirat,” ungkapnya terbata-bata sambil terbaring di Rumah Sakit Bukit Asam.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya