oleh

Disinyalir Turut Menerima Aliran Uang Suap, Juarsah: “Itu Fitnah”

Dicecar Berbagai Pertanyaan Terkait Commitment Fee Proyek Senilai Miliaran Rupiah, Juarsah Jawab “Tidak Tahu” dan “Tidak Pernah”

Sumeks.co – “Tidak tahu” dan “tidak pernah”, itulah yang dikatakan oleh Plt. Bupati Muara Enim H. Juarsah saat dicecar berbagai pertanyaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI Rikhi BM termasuk diantaranya keterkaitan dirinya yang sering disebut-sebut didakwaan menerima aliran dana suap dari terpidana Robbi Okta Fahlevi atas komitmen fee 16 paket proyek senilai Rp 160 miliar yang berasal dari dana aspirasi DPRD Muara Enim tahun anggaran 2019 yang tertangkap OTT KPK beberpa waktu lalu.

“Tugas saya waktu itu hanya sebagai wakil bupati saja, terkait 16 paket proyek saya tidak tahu sama sekali, bahkan dengan Robbi baru kenal saat sidang pak Yani terdahulu”. Ujar Juarsah berikan keterangan dihadapan JPU.

Hal senada dikatakan Juarsah saat ditanya apakah turut menerima sejumlah uang sebagaimana fakta-fakta persidangan sebelumnya sebagaimana terlampir dalam didakwaan baik dakwaan terdakwa Aries HB maupun Ramlan Suryadi.

“Mengenai hal itu saya tidak pernah menerimanya pak, itu fitnah”. Kata Juarsah.

Menurutnya, apa yang berdasarkan fakta-fakta persidangan termasuk yang menyebut dirinya menerima sejumlah uang senilai miliaran rupiah, dirinya akan menempuh jalur hukum.

“Benar itu Fitnah pak! Bisa saja itu saya laporkan namun saat ini saya belum laporkan saja”. Tambahnya.

Diwawancarai disela-sela skorsing sidang, JPU KPK RI Rikhi BM masih mendalami peran dari penerima aliran suap termasuk diantaranya yakni Juarsah.

“Kami akan menggali keterangan dari Juarsah hari ini, benar atau tidak menerima sejumlah uang serta kapasitas dirinya sebagai wakil bupati kala itu terhadap penganggaran dana- dana tersebut,” ujar JPU KPK Rikhi BM.

JPU KPK, Rikhi juga mengatakan bahwasanya tidak menutup kemungkinan saksi-saksi yang datang dalam kasus ini, akan berubah statusnya menjadi terdakwa.

“Namun saat ini dirinya bersama tim JPU KPK lainnya masih fokus dengan dua terdakwa ini dahulu, untuk penetapan tersangka itu wewenang dari tim penyidik, namun tidak menutup kemungkinan jika terbukti bisa saja saksi menjadi terdakwa”. Tegasnya. (Fdl)

Komentar

Berita Lainnya