oleh

Dituntut 12 Tahun, Kurir 99 Butir Ekstasi Ini Dihukum 9,5 Tahun Penjara.

Sumeks.co,- Marta alias Hatta terpaksa harus menjalani hari-harinya dari balik jeruji besi selama 9 tahun 6 Bulan, akibat ulahnya telah terbukti menjadi kurir narkotika jenis pil ekstasi dengan barang bukti sebanyak 99 butir.

Hukuman yang dijatuhkan itu sedikit lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Misrianti SH yang menuntut pidana penjara selama 12 tahun melalui sidang virtual yang digelar Rabu (2/12). Dihadapan majelis hakim PN Palembang diketuai Yohannes Panji Prawoto SH MH.

Dalam petikan amar putusan (vonis) yang dibacakan, bahwa majelis hakim menjerat terdakwa Marta alias Hatta melanggar pasal 114  ayat (2)UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana terdapat didalam dakwaan pertama JPU.

“Mengadili dan menjatuhkan pidana kepada terdakwa Marta alias Hatta dengan pidana penjara selama 9 tahun dan enam bulan”. Tegas Hakim Yohannes bacakan vonisnya.

Selain pidana penjara, terdakwa juga dihukum dengan pidana denda sebesar Rp 1 miliar yang apabila tidak sanggup membayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 Bulan.

Mendengar putusan itu, terdakwa yang didampingi oleh penasihat hukumnya Romaita SH dari Posbakum PN Palembang ini menyatakan terima, meskipun sebelumnya masih meminta keringanan hukuman.

Sebagai informasi, berdasarkan dakwaan JPU perbuatan terdakwa bermula dari adanya informasi masyarakat bahwa adanya bandar Narkotika jenis Ekstasi di kota Palembang.

Kemudian Tim Direktorat Narkoba Polda Sumsel mencoba melakukan undercover buy dengan cara informan memesan narkotika jenis pil ekstasi kepada terdakwa melalui Handphone.

Setelah disepakati harga dan lokasi transaksi, terdakwapun akhirnya ditangkap dengan barang bukti 99 butir pil ekstasi.

Saat diinterogasi petugas, terdakwa mengaku disuruh oleh Taufik (DPO) mengantarkan paket itu kepada pembeli dengan iming-iming upah sebesar Rp 1,5 juta. (Fdl)

Komentar

Berita Lainnya