oleh

Dituntut 20 Tahun, Penasihat Hukum Terdakwa Keberatan

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Tidak sependapat dengan ancaman pidana 20 tahun dari penuntut umum, terdakwa sindikat narkotika lintas provinsi bernama Mira Novita alias Madam (32) serta Putri Dewi Lestari (36) melalui penasihat hukumnya Ahmad Rizal SH akan mengajukan pembelaan.

Kedua terdakwa pada persidangam sebelumnya dijerat oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel karena terbukti memiliki narkotika dua kilogram sabu serta 4862 butir pil ekstasi melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Masing-masing terdakwa pun oleh JPU M Bravo Swastikara SH dituntut agar majelis hakim PN Palembang diketuai Sahlan Effendi SH MH dengan pidana penjara selama 20 tahun, denda Rp 1 miliar dengan subsider 6 bulan kurungan.

“Menurut kami selaku penasihat hukum, terdakwa kurang sependapat dengan tuntutan jaksa, terutama lamanya masa tuntutan itu,” kata Rizal dikonfirmasi Sabtu, (17/4).

Menurut pengacara Posbankum PN Palembang ini berdasarkan fakta persidangan juga sebagai orang suruhan dari yang katanya pemilik barang bernama Zaini yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Nyatanya terdakwa Mira diimingi upah Rp20 juta oleh Zaini, namun baru ditransfer Rp5 juta untuk ongkos menyuruh Putri mengantarkan barang itu dari Provinsi Pekanbaru kepada seseorang yang berada di wilayah OKI,” jelas Rizal.

Untuk itu dirinya akan menyampaikan pelmbelaan atas tuntutan (Pledoi) yang akan disamoaikan pada persidangan Rabu nanti. Dan berharap agar majelis hakim dapat mempertimbangkan keringanan hukuman nantinya kepada para terdakwa.

Sebagaimana dakwaan JPU, bahwa kedua terdakwa pada bulan November 2020 bermula terdakwa Mira meminta Terdakwa Putri (berkas terpisah) untuk menghantarkan barang haram tersebut ke seseorang yang berada di Mesuji Ogan Komering Ilir, dan terdakwa Putri menyetujui.

Sebelumnya barang haram tersebut didapat oleh terdakwa Mira dari seseorang di daerah Rumbai, Desa Umban Sari Pekanbaru Provinsi Riau. Atas persetujuan terdakwa Putri (berkas terpisah), terdakwa Mira langsung memesankan travel dengan tujuan Pekanbar-Jambi untuk terdakwa Putri.

Terdakwa Mira menjanjikan upah sebesar Rp20 juta pada terdakwa Putri, sesuai dengan yang dijanjikan oleh Tengku Zaini (DPO) pemasok barang haram ke Mira.

Hanya saja, Mira baru menerima uang sebesar Rp5 juta dari Tengku Zaini (DPO) yang ia berikan pada Terdakwa Putri sebagai uang Jalan, sisanya akan dibayar lunas ketika barang tersebut telah sampai pada pemesan.

Setibanya terdakwa Putri di Jambi, lalu menghubungi terdakwa Mira dan mengatakan minta dijemput disalah satu rumah makan padang, dan terdakwa Mira memerintahkan seorang bernama Helman untuk menjemput Putri dan langsung menuju kawasan Mesuji OKI, namun sayangnya di perjalanan, mobil yang ditumpangi terdakwa Putri terjaring razia BNN Sumsel.

Dari hasil pengembangan, perugas BNN pun berhasil menangkap terdakwa Mira yang saat itu sedang berada di Lembang, Jawa Barat. Selanjutnya terdakwa beserta barang bukti diamankan dibawa ke kantor BNNP Sumsel guna pemeriksaan lebih lanjut. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya