oleh

Dituntut 7 Tahun, Terdakwa Minta Keringanan

PALEMBANG – Simpan satu paket kecil sabu di dalam bambu jemuran, terdakwa Evin Supriadi (30) dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Sigit Subiantoro SH dengan pidana penjara selama 7 tahun denda Rp800 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam tuntutannya, JPU menjerat terdakwa melanggar pasal 112 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan barang bukti satu buah paket kecil sabu seberat 0,32 gram.

Mendapat tuntutan pidana penjara itu, terdakwa warga Jl KH Azhari Kecamatan SU II Palembang melalui sidang online, Selasa (1/12) di hadapan majelis hakim diketuai Touch Simanjuntak SH MH ini langsung mengajukan pembelaan.

“Saya mohon pertimbangan keringanan hukum pak hakim, tuntutan itu terlalu berat, saya mengakui perbuatan itu salah dan saya tulang punggung keluarga pak,” pinta terdakwa Evin dalam pembelaan lisannya.

Hal senada juga dikatakan oleh penasihat hukumnya M Daud Dahlan SH dari Posbakum PN Palembang yang mengatakan bahwa sangat berkeberatan dengan tuntutan yang tidak sesuai dengan perbuatan terdakwa.

“Kami selaku penasihat hukum meminta kepada majelis hakim agar dapat meringankan hukuman terhadap terdakwa mengingat terdakwa bukan pengedar atau bandar sabu, faktanya terdakwa sebagai pemakai saja”. Ujar Daud bacakan pledoi singkatnya.

Oleh karena itu, majelis hakim bermusyawarah dan kembali akan menggelar sidang pada Selasa pekan depan dengan agenda pembacaan putusan terhadap terdakwa.

Dalam sidang perdana beberapa waktu lalu, JPU menghadirkan seorang saksi bernama Diansyah yang merupakan petugas kepolisian dari satuan Polsek Seberang Ulu II Palembang.

Dalam kesaksiannya, Diansyah mengatakan jika terdakwa sempat mengecoh petugas yang melakukan penggeledahan terhadap dirinya.

Saat melakukan penggeledahan pada tubuh terdakwa Evin, petugas tidak ditemukan barang bukti. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan kembali, petugas dapati barang bukti berupa paket kecil sabu yang disimpan terdakwa dalam lubang bambu jemuran, yang letaknya saat itu dekat dengan terdakwa.

Saat diinterogasi, terdakwa Evin mengaku barang haram tersebut dibelinya dari seorang bernama Nando dengan harga Rp100 ribu. Barang haram tersebut rencana akan dipakai sendiri oleh terdakwa. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya