oleh

Dituntut 7 Tahun, Terdakwa Sabu ini Ajukan Pledoi

PALEMBANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang M Falaki menuntut terdakwa kasus kepemilikan narkotika jenis sabu bernama Rio Alfian dengan pidana penjara selama 7 tahun, namun terdakwa melalui penasihat hukumnya tidak sependapat dengan tuntutan yang diberikan oleh jaksa tersebut.

Di hadapan majelis hakim PN Palembang diketuai Efrata Hepi Tarigan SH MH, Kamis (19/11), Defi SH, penasihat hukum terdakwa yang dihadirkan dalam sidang telekonfersensi sangat berkeberatan atas tuntutan yang dibacakan oleh JPU.

“Pembelaan kami terhadap terdakwa selaku klien pada intinya adalah berkeberatan atas tuntutan itu pak hakim,” kata Defi saat menyampaikan pembelaan (pledoi) secara lisan dihadapan hakim.

Dirinya menjelaskan, pengajuan pembelaan (pledoi) disebabkan beberapa hal diantaranya tuntutan tersebut tidak sesuai dengan perbuatan terdakwa dimana jaksa menjeratnya pasal 114 ayat 1 UU no 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Karena sebagaimana pengakuannya hanya disuruh oleh kedua temannya yakni Zulkifli dan M Yusuf untuk membelikan narkotika sebanyak 2 paket senilai Rp 120 ribu, di dalam dakwaan juga test urine terdakwa negatif metafetamin,” ungkap Defi.

Menurutnya, terdakwa ditangkap setelah petugas terlebih dahulu menangkap dua teman yang menyuruhnya membelikan sabu tersebut, Untuk itulah Defi meminta agar majelis hakim dapat mempertimbangkan pembelaan itu, dan mempertimbangkan keringanan hukuman untuk terdakwa yang dirasa tuntutan itu terlalu tidak adil buat terdakwa.

“Terdakwa juga selain belum pernah dihukum, terdakwa juga masih punya tanggungan anak yang masih kecil untuk itulah agar majelis hakim dapat mempertimbangkan keringanan hukuman,” pinta Defi.

Setelah mendengar pembelaan lisan dari penasihat hukum terdakwa tersebut, majelis akan bermusyawarah dan akan menggelar sidang pada Kamis pekan depan dengan agenda pembacaat putusan (vonis) terhadap terdakwa.

“Baik akan kami pertimbangkan pembelaan itu, majelis meminta waktu untuk bermusyawarah terlebih dahulu, maka dari itu sidang kita tunda dan akan digelar pada pekan depan untuk agenda pembacaan putusan,” kata hakim ketua Efra sebelum menutup sidang. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya