oleh

Dituntut Enam Bulan, Eftiyani : Berharap Berkah Jumat

PALEMBANG – Lima komisioner KPU Palembahg non aktif, dituntut hukuman enam bulan kurungan dengan masa percobaan satu tahun, dan denda Rp10 juta atau subsidair satu bulan penjara.

Tuntutan ini disampaikan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas I Palembang, hingga Kamis (11/7) petang.

Menurut JPU, para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah menghilangkan hak pilih orang lain, sesuai dengan pasal 510 UU No.7/2017 tentang Pemilu jo pasal 45 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Namun ada pertimbangan hal yang meringankan, yakni belum pernah melakukan tindak pidana, serta menjadi penyelenggara pada Pemilu lalu,”kata Ursula Dewi, didampingi Indah Kumala dan Rico Budiman.

Pembacaan tuntutan tersebut, jadi agenda terakhir dalam sidang yangtelah digelar maraton sejak Jumat, pekan lalu. Majelis hakim, diketuai Erma Suharti kembali menskors sidang.

“Dilanjutkan besok, dengan agenda pledoi, replik,duplik, lalu putusan,”ujarnya.

Kelima terdakwa, yakni Ketua KPU Palembang Eftiyani, Divisi Perencanaan Data dan Informasi Syafarudin Adam, Divisi Hukum dan Pengawasan A Malik Syafei, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Yetty Oktarina dan Divisi Teknis Penyelenggaraan Alex Barzililangsung meninggalkan ruang sidang.

Bersama kerabat dan keluarganya, para terdakwa yang memang terlihat semakin lelah berharap mendapatkan berkah dalam sidang Jumat (12/7) besok.

“Kami masih punya hak untuk menyampaikan pembelaan besok pagi. Semoga ada berkah menjelang shalat Jumat,”singkat Eftiyani, kepada awak media. (aja)

Komentar

Berita Lainnya