oleh

Dituntut Hukuman Mati, Kurir 25 Sabu Merasa Dijebak

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Berdalih merasa dijebak, pengedar narkotika jenis sabu sebanyak 25 kg bernama Taufik Hidayat alias Opik yang diganjar penuntut umum hukuman pidana mati, minta dibebaskan dari segala tuntutan pidana yang menjeratnya.

Hal itu diketahui saat terdakwa melalui penasihat hukumnya Nala Praya SH dari kantor hukum Nala Swis dan Rekan, menyampaikan pembelaan atas tuntutan (pledoi) secara tertulis dihadapan majelia hakim PN Palembang pada sidang yang digelar, Senin (14/6).

Dalam pledoi yang dibacakan pada intinya terdakwa merasa sangat berkeberatan dengan tuntutan pidana yang dijatuhkan berupa pidana mati, dikarenakan terdakwa merasa telah dijebak oleh seseorang yang menyuruh terdakwa untuk mengantarkan sabu dari PALI tujuan Sekayu.

“Berdasarkan pengakuan klien kami bahwa dirinya merasa dijebak oleh seseorang bernama Rahman (DPO) mengantarkan sabu tersebut tujuan Sekayu,” ungkap Nala Praya, penasihat hukum terdakwa dikonfirmasi usai sidang.

Nala juga menjelaskan bahwa dalam fakta persidangan, terdakwa Taufik Hidayat mengaku tidak mengetahui jika barang yang hendak diantarkan itu adalah narkotika.

“Dalam fakta persidangan klien kami megatakan dirinya tidak mengetahui jika barang yang dijemputnya, atas perintah Rahman (DPO) adalah nerkotika dengan berat netto 23 kilogram. Rahman mengatakan jika barang yang dimaksud hanya alat-alat untuk mobil,” jelasnya.

Nala meminta kepada majelis hakim PN Palembang diketuai Erma Suharti SH MH untuk mempertimbangkan pledoi yang disampaikan agar kliennya dapat dibebaskan dari segala tuntutan pidana yang menjeratnya.

Setelah mendengarkan nota pembelaan (pledoi) dari kuasa hukum terdakwa, majelis hakim menunda sidang Selasa (15/6) besok dengan agenda pembacaan tanggapan (Replik) dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Diberitakan sebelumnya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel menuntut terdakwa Taufik Hidayat dengan hukuman pidana mati.

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa terbukti bersalah telah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam dakwaan disebutkan terdakwa Taufik Hidayat alias Opik diminta oleh seorang bernama Rahman (DPO) untuk mengambil paket yang di maksud di Kabupaten Pali, lalu diantarkan ke kawsan Kota Sekayu.

Taufik Hidayat menyetujui perintah tersebut dengan imbalan yang dijanjikan oleh Rahman (DPO) sebesar Rp15 juta.

Dengan menggunakan mobil, Taufik langusng menuju lokasi yang telah ditentukan, dan setibanya di jalan Palembang-Sekayu jalur Simpang empat Balai Agung, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, terdakwa menemui dua orang yang tidak dikenal, yang meletakkan 1 kardus berwana coklat ke dalam mobil yang dikendarai terdakwa.

Tak lama kemudian, petugas dari Direktorat Reserse Narkotika Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melakukan penangkapan terhadap terdakwa, namun 2 orang laki-laki tersebut melarikan diri dengan mengendarai mobilnya. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya