oleh

Diva Mart Berjaya Ditengah Gempuran Ritel Nasional

MUARA ENIM – Kehadiran ritel-ritel modern kelas nasional seperti waralaba Indomaret dan Alfamart tak membuat ritel lokal asal kota Muara Enim ini justru kalah bersaing. Buktinya bisnis ritel minimarket milik Hasan Aziz, Diva Mart sukses dan berjaya menjadi tuan rumah di Tanah sendiri.

Bagi masyarakat kota Muara Enim, minimarket Diva Mart menjadi pilihan utama belanja kebutuhan ritel. Siapa sangka, gerai minimarket Diva Mart terus berkembang menjadi dua cabang yakni di Jalan Damai II Pasar II dan Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II, Kecamatan Muara Enim.

Hasan bersama istrinya Warna, menetap di Kabupaten Muara Enim pada tahun 1998 dengan mencoba peruntungan berjualan di kios ukuran 3×4 meter di Pasar Inpres Muara Enim dengan harga sewa Rp9 juta berjualan klontongan dan uang itupun di dapat dari pinjaman keluarga.

Selama berjualan di kios tersebut, jatuh bangun dirasakan Hasan dan istri. Namun demikian, dengan tetap berpegang kuat pada keinginan untuk maju, usaha kelontongan tetap dijalani. Dan pada tahun 2002, kendala yang selama ini dialami terkait permodalan mulai ditemukan jalan keluarnya.

Dengan menjadi binaan mitra Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) suntikan dana sebesar Rp10 juta didapatnya yang digunakannya untuk mengembangkan usaha. Seiring dengan meningkatnya penjualan dan butuh tambahan modal usaha. CSR PTBA kembali memberikan kepercayaan permodalan untuk Hasan sebesar Rp25 juta dan kemudian Rp35 juta.

Kepercayaan ini, menjadi alasan CSR PTBA memberikan suntikan dana karena Hasan tidak sampai 2 tahun mampu melunasi pinjaman modal. Berbekal modal dari CSR PTBA, Hasan mulai mengembangkan usahanya. Tahun 2004, pembangunan Diva Mart dirintis dengan membeli lahan, hingga pada tahun 2014 secara total usaha Diva Mart bisa berjalan efektif.

Berada di Jalan Damai II Pasar II Muara Enim Diva Mart berkembang dan maju dengan sistem yang berjalan modern berbasis teknologi. Menurutnya, sistem di Diva Mart menerapkan manajemen usaha efektif dan efisien.
Berkibarnya Diva Mart dilihat Hasan untuk melakukan ekspansi. Dan tahun 2019 Diva Mart 2 didirikannya di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II Kota Muara Enim. “Alhamdulillah yang dulu hanya berjualan di kios Pasar Inpres, kini bisa punya toko sendiri bahkan Diva Mart sudah ada cabang. Dulu hanya 2 karyawan, saat ini sudah ada 85 orang yang bekerja di Diva Mart,” ucap ayah dari 5 orang anak ini, Kamis (4/2).

Usaha yang dijalankan banyak rintangan terutama untuk modal dan manajemen. Kunci untuk melewati rintangan tersebut adalah tekad dan keyakinan yang kuat. Kompetitor di setiap usaha pasti ada, tetapi yang harus kita utamakan kepercayaan pelanggan dan juga distributor.

Hasan bertutur untuk target kedepan dan sedang dirintis untuk mendirikan Diva Mart 3, kemudian disusul pengembangan usaha seperti menambah spot kuliner dan berbagai hiburan bagi masyarakat. “Hasil yang diraih seperti sekarang selain dari adanya dukungan dari CSR PTBA, tentunya tidak lepas dukungan dari istri, anak dan keluarga serta tentunya Ridho dari Allah SWT,” ucapnya.

Sementara itu, Pembina mitra CSR PTBA, M Nazuar menceritakan pada tahun 2001, Hasan Aziz menjadi Mitra CSR PTBA dan sangat mengapresiasi usaha Hasan Aziz yang berkembang pesat. CSR PTBA berharap kepada seluruh mitra binaan termasuk Hasan Aziz terus berkembang dan maju serta dapat menggunakan bantuan modal sesuai dengan kegunaannya untuk menjalankan usaha. “Sebab bantuan modal CSR PTBA bersifat bergilir dari berbagai mitra yang menerima bantuan modal tersebut,” katanya.

AM Bina Mitra CSR, Mustafa Kamal, juga menginginkan kemandirian masyarakat terkhusus yang menetap di area sekitar perusahaan. Salah satu program yang dilakukan PTBA yaitu meningkatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sesuai dengan regulasi dari Kementrian BUMN. Dengan peningkatan pelaku UMKM juga memperluas lapangan pekerjaan di Kabupaten Muara Enim khususnya. “Terima kasih kepada Mitra CSR PTBA, optimalkan bantuan yang ada,”ucap Mustafa.(ozi/nop)

Komentar

Berita Lainnya