oleh

Divonis 2 Tahun, Terdakwa-JPU Pilih Pikir-Pikir

PALEMBANG – Dalam persidangan yang digelar secara online, terdakwa Febry Alfian alias Ayong terkait dugaan tindak pidana penipuan pengadaan batu belah atau batu split pembuatan embung pada venues Asian Games 2018 terlihat pasrah.

Pasalnya proses persidangan yang mengagendakan pembacaan amar putusan dari majelis hakim yang diketuai oleh Bongbongan Silaban SH, memvonis dengan pidana penjara selama dua tahun. Yang mana vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Ursula Dewi SH yang menuntutnya dengan pidana penjara selama 3 tahun 10 bulan tersebut.

“Dari keterangan saksi dan barang bukti selama persidangan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan lakukan tindak pidana sebagaimana yang telah diatur dalam pasal 379 huruf a KUHP. Karena itu, menjatuhi hukuman terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun potong masa tahanan,” ungkap Ketua Majelis Hakim, Bongbongan Silaban SH saat membacakan amar putusan terhadap terdakwa di PN Palembang, kemarin.

Unsur yang meringankan, dikatakan Bongbongan, terdakwa ini merupakan tulang punggung keluarga, belum pernah dihukum dan bersikap sopan selama proses persidangan. Sedang unsur yang memberatkan, akibat dari perbuatannya, korban juga mengalami kerugian finansial.

“Sebelum diputus, kita sudah mempertimbangkan semua unsur yang memberatkan dan juga meringankan,” tegasnya.

Sementara itu, JPU, Ursula Dewi SH terkait vonis dari majelis hakim sejauh ini akan pikir-pikir dulu serta laporkan hal tersebut ke pimpinan. Dari situ, dia baru menentukan sikap mau terima atau menolak dan juga menyatakan banding atas vonis majelis hakim itu.

“Saya laporkan dulu hasilnya. Sembari menunggu keputusan pimpinan, saya menyatakan pikir-pikir,” terangnya.

Kuasa hukum terdakwa, Romaita SH memgungkapkan, terkait putusan dari majelis hakim tersebut. Pihaknya akan lebih dahulu berkoordinasi ke kliennya terkait langkah hukum yang nantinya akan diambil. Baik itu menerima atau menolak dan menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi. Karenanya, dirinya juga menyatakan pikir-pikir.

“Saya akan koordinasikan dulu dengan klien saya. Setelah itu, baru akan diputus menerima atau menolak vonis majelis hakim tersebut,” tegasnya.

Kuasa hukum korban, Panji Agus Prabowo SH dan Dimas Ariwibowo SH saat dihubungi melalui ponselnya, cukup puas dengan vonis dari majelis hakim tersebut dan memberikannya apresiasi atas kinerja selama proses persidangan tersebut. Hanya saja, ada sedikit kekecewaan terkait hukuman yang diberikan ke terdakwa ini. Yang mana, putusannya jauh lebih rendah dari tuntutan JPU selama 3 tahun 10 bulan.

“Walaupun vonisnya jauh dari tuntutan, kita cukup puas dan berikan apresiasi. Hal ini membuktikan masih ada rasa keadilan. Sehingga tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Sehingga hal ini juga menjadi pelajaran ke depan. Untuk korban-korban yang lain, saya harap juga bisa melaporkannya ke pihak yang berwajib,” tandasnya. (Adi)

Komentar

Berita Lainnya