oleh

Djokovic Pertimbangkan Absen di Australia Open

SUMEKS.CO, MELBOURNE – Syarat wajib vaksin antiCOVID-19 yang diterapkan Pemerintah Negara Bagian Victoria yang menaungi Melbourne, akan menjadi kendala bagi petenis Novak Djokovic untuk mengikuti Australia Open 2022.

Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews dalam keterangan pers resmi kemarin (19/10). Andrews mengatakan, atlet yang belum menjalani vaksinasi tidak akan mendapat visa sebagai syarat memasuki wilayah negara bagian yang dia pimpin tersebut.

’’Sekalipun mereka telah melakukan vaksinasi dan mendapatkan visa, mereka masih harus menjalani karantina 14 hari setelah tiba di negara bagian ini,’’ ucap Andrews dilansir Sky Sports.

Pria yang menjabat perdana menteri Victoria sejak 2014 itu memastikan aturan tersebut berlaku untuk semua atlet tanpa terkecuali. Termasuk bagi atlet-atlet elite yang akan datang ke wilayahnya.

’’Virus (COVID-19) tidak peduli kamu petenis ranking berapa, berapa grand slam yang telah kamu menangi. Itu sama sekali tidak ada hubungannya. Kita semua harus melakukan vaksinasi untuk menjaga diri sendiri maupun orang di sekitar kita,’’ ucap Andrews.

Kalimat yang dilontarkan Andrews tersebut menjawab pertanyaan media terkait keengganan petenis ranking satu dunia Novak Djokovic menyatakan ke publik bahwa dirinya telah menjalani vaksinasi atau tidak.

Djokovic sendiri menyebut ada kemungkinan dirinya melewatkan ajang Australia Terbuka jika peraturan wajib vaksin diberlakukan untuk masuk ke wilayah Negara Bagian Victoria.

’’Aku pastikan tidak akan ada pengecualian. Tolong jangan membuat aturan ini menjadi personal. Aturan ini berlaku untuk petenis, pembalap F1, maupun golfer. Jika ucapanku ini salah, pemerintah federal akan mengoreksinya,’’ jelas Andrews.

Secara terpisah, Djokovic mengungkapkan, menjalankan vaksinasi atau tidak adalah privasi setiap orang. Dan, dia merasa aturan yang mewajibkan seseorang menjalani vaksinasi untuk melakukan aktivitas tertentu adalah berlebihan.

’’Bagiku ini tetap hak pribadi masing-masing. Aku tidak akan pernah mengatakan ke publik aku telah vaksin atau tidak. Ini hal yang tidak pantas. Orang-orang saat ini bertindak terlalu jauh,’’ ucap petenis asal Serbia tersebut kepada ESPN.

Meski demikian, Djokovic mengaku masih butuh waktu sebelum memastikan absen di Australia Terbuka atau tidak tahun depan. Jika benar absen, dia akan melewatkan kesempatan menjuarai ajang tersebut untuk kali keempat berturut-turut.

Dia juga akan kehilangan kesempatan untuk merengkuh trofi grand slam ke-21 sepanjang karier. Sampai saat ini, dia sudah memenangi grand slam lapangan keras tersebut sebanyak sembilan kali. (jawapos.com/dom)

Komentar

Berita Lainnya