oleh

DLHP Muratara Turun ke Lokasi, Sudah Ada Warga Mengungsi Akibat Sumur Minyak Ilegal

MURATARA- Tim investigasi dari dinas lingkungan hidup dan pertanahan (DLHP) kabupaten Muratara lakukan pengecekan terkait sumur minyak ilegal di kecamatan Rawas Ilir Muratara.

Sumur minyak ilegal itu mulai mengganggu masyarakat dan dikhawatirkan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

Kepala DLH-P Kabupaten Muratara, Zulkifli melalui Kabid Lingkungan Hidup Indrayani, mengungkapkan, mereka secara langsung mendatangi TKP sumur minyak ilegal yang viral di media sosial itu, Jumat (7/8) sekitar pukul 13.00 WIB.

Hasilnya, sejumlah sumur minyak dianggap membahayakan masyarakat sekitar. Bahkan sudah ada sebagian warga yang mengungsi karena khawatir dengan bau gas yang menyengat.

“Di sekitar lokasi sudah dipasang garis polisi, rencananya sumur minyak ini harus ditutup. Karena khawatir mencemari lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Selain, masalah pencemaran ke aliran sungai, DLHP juga mengkhawatirkan pencemaran limbah minyak mencemari ke sumur warga.

“Sudah banyak warga yang mengeluh dan mereka meminta sumur itu ditutup. Untuk selanjutnya, kami akan melakukan koordinasi dengan lintas sektor untuk menutup galian itu,” ujarnya.

Subandri, warga Desa BM II membenarkan, sudah ada warga yang mengungsi karena takut dampak sumur minyak ilegal tersebut.

Jarak aktivitas pengeboran minyak hanya 200 meter dari permukiman warga.

“Warga protes adanya sumur ilegal itu, sudah ada 7 KK yang mengungsi gara-gara tidak tahan bau gas,” jelasnya.

Rumor kepemilikan sumur ilegal tersebut sudah menjadi rahasia umum. Banyak oknum yang diduga bermain di belakang galian sumur minyak itu.

Informasi yang warga dapat, dalam satu drum minyak ada sekitar Rp95 ribu jatah khusus untuk disetor ke oknum pejabat tertentu.

Sementara Camat Rawas Ilir, Heri Martoni  saat dikonfirmasi sejumlah pewarta usai rapat mediasi bersama masyarakat, mengungkapkan hasil rapat medisi yang mereka lakukan bersama warga, Polri dan TNI, menghasilkan beberapa kesimpulan.

Diantaranya, akan dilakukan penyegelan terhadap lokasi, dan segera dilakukan penutupan terhadap sumur-sumur tersebut.

“Limbah minyak yang sudah menyembur keluar itu akan dibuatkan kolam penampungan sebagai langkah antisipasi sementara, nanti akan ditutup sumurnya,” tegasnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya