oleh

Doktor Ilmu Hukum ini Siap Pimpin Peradi

PERADI adalah sebuah organisasi yang besar di republik ini. Sebagai sebuah organisasi, wibawa dan marwah Peradi dalam pembangunan hukum dan proses penegakan hukum sangat diperhitungkan oleh komponen-komponen bangsa yang berkompeten. Oleh karenannya sosok ketua Peradi, baik itu di pusat maupun di cabang, haruslah menjadi “simbol” yang dapat mengemban wibawa dan marwah Peradi.

Sebagai sebuah simbol, ketua Peradi tentulah harus dapat dibanggakan oleh anggotanya, dan di luar Peradi haruslah memiliki wibawa yang tak dapat dipandang sebelah mata oleh pihak luar.

Sosok Dr Azwar Agus SH MHum yang akrab dipanggil “MANG AA” sangatlah memenuhi kriteria simbol. Sebagai Ketua DPC Peradi Palembang yang akan datang MANG AA adalah “sosok yang dapat dibanggakan” oleh anggotanya. MANG AA adalah seorang rektor Universitas Tamansiswa Palembang dan seorang doktor hukum yang sudah diperhitungkan perannya sebagai ahli pengadilan. Sebagai seorang rektor dan ahli hukum (yang juga selalu sering tampil di televisi) tentulah MANG AA memiliki “wibawa” di luar organisasi Peradi.

Selain sebagai simbol, seorang ketua Peradi haruslah menjadi teladan bagi anggotanya. Untuk dijadikan teladan tentulah rekam jejak seorang calon ketua Peradi, baik figurnya sebagai pribadi maupun sebagai seorang Advokat, dapat dijadikan acuan.

Rekam jejak MANG AA dapat dijadikan teladan bagi anggotanya. Sebagai seorang pribadi MANG AA dapat membangun pribadinya yang berprofesi sebagai seorang Dosen, menjadi Dekan, sampai menjadi Rektor. Walaupun sudah menjabat seorang Rektor, dirinya tak pernah risih dengan panggilan MANG AA yang terdengar sangat tidak intlek.

Hal ini membuktikan bahwa MANG AA adalah seorang yang hangat dalam pergaulan keseharian, tidak pernah merasa diri lebih tinggi dari orang lain. Sebagai seorang Advokat, MANG AA juga dapat dijadikan teladan, MANG AA adalah nakhoda dari sebuah kantor hukum besar di kota Palembang, ASA LAW FIRM, yang setiap tahun menampung para Advokat baru untuk magang di kantornya.

Untuk menjadi ketua Peradi tentulah juga haruslah memiliki pengalaman yang mumpuni dalam mengelola organisasi, yang bukan sekadar pengalaman biasa-biasa saja, melainkan pengalaman yang memberikan bukti keberhasilannya. Pengalaman MANG AA sebagai Ketua PERBASI tiga kali berturut-turut membuktikan keberhasilannya dalam mengelola organisasi, juga organisasi akademis, jika tidak berhasil sebagai Dekan manalah mungkin bisa menjadi Rektor.

Sebagai sosok yang hangat dalam pergaulan, jejak rekam MANG AA dapat meberikan gambaran bagi kita bahwa jika dirinya menjadi Ketua DPC Peradi Palembang tentulah berorientasi pada kemajuan dan tumbuh kembang organisasi dan anggotanya, serta dapat dijadikan figur kepala keluarga bagi anggotanya. (adv/wik)

Komentar

Berita Lainnya